5 tahun pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda

Pada tanggal 14 Juli 2017 kemarin alhamdulillah telah genap 5 tahun usia pernikahan kami. 5 tahun merupakan waktu yang tak sebentar, walaupun pada akhirnya bagi kami yang menjalaninya waktu tersebut berjalan dengan cepat. Eh sudah 5 tahun lagi. Perasaan baru kemarin mempersiapkan pernikahan dan melaksanakan ijab qabul. Baru kemarin anak pertama lahir, kini sudah ada anak kedua.  Benar-benar waktu berjalan begitu cepatnya.

Menurut pendapat beberapa teman dan kolega waktu 5 tahun merupakan waktu yang krusial dalam kehidupan berumah tangga. Bahkan ada yang menilai periode awal tersebut merupakan periode terberat. Ada sebagian rekan saya yang menasehati, “hati-hati ya  dengan 5 tahun pertama, banyak yang tmbang di tengah jalan lho!”. Saat mendengarnya saya jadi bertanya sendiri, ‘”apakah benar demikian?”

Memang benar 5 tahun pertama merupakan proses yang cukup melelahkan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab mengapa dalam periode tersebut kita harus lebih banyak bersabar dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Pertama, masa adaptasi. Bisa kita bayangkan dua insan yang sebelumnya tidak pernah mengenal secara dekat baik secara fisik maupun psikis secara tiba-tiba ditempatkan dalam satu rumah, bahkan satu kamar. Suatu wilayah dimana orang tua kita saja tidak berani mengakses kamar kita secara bebasnya. Bahkan termasuk hal-hal yang sifatnya pribadi.

Lepasnya masa lajang membuat kebiasaan-kebiasaan dari kita dan pasangan yang akan berbenturan satu sama lain. Kita yang suka makan dengan sendok, mungkin saja pasangan kita lebih menyukai makan langsung dengan tangan. Bahkan saya yang tidak terlalu suka pedas harus mengakomodir pasangan yang acapkali menghadirkan sambal di meja makan. Jika kebiasaan-kebiasaan ini tidak dikelola dengan baik, maka akan terjadi perselisihan yang sumbernya berasal dari hal-hal yang sebenarnya kecil dan sepele.

Selain itu kita juga berhadapan dengan proses adaptasi dengan keluarga pasangan kita. Pernikahan pada dasarnya bukan hanya menyatukan dua hati namun dua keluarga besar yang berbeda, dan itu membutuhkan perjuangan yang besar. Sebagai contoh anda yang tak biasa dengan acara arisan keluarga besar harus “wayahna” ikut gabung dan nimbrung dalam kegiatan tersebut, walaupun keinginan untuk meninggalkan acara tersebut sangatlah besar.

Kedua, hidup bersama. Sedetik setelah kita menikah kita resmi melepaskan kesendirian kita, dan mulai saat itu ada tanggung jawab besar khususnya bagi seorang suami dalam memimpin mahligai rumah tangga. Ibarat sebuah kapal besar yang akan berlayar di lautan luas, kehidupan rmah tangga harus dijalani dengan semangat berkerja sama yang ckup tinggi. Keiasaan hidup kita yang biasa dijalani sendiri, harus dilalui bersama-sama. Isteri dan suami memang memiliki kewajibannya masing-masing namun saling bantu dan tolong menolong dalam meringankan beban tugas rumah tangga merupakan hal yang sangat baik sehingga dapat meringankan kerja pasangan. dalam berbagai hal termask pengaturan keuangan. Nafkah yang kita cari akan digunakan oleh isteri kita untuk membiayai seluruh kebutuhan rumah tangga kita sebaiknya dikelola bersama sehingga masing-masing pasangan bisa mengontol penggunaan dana. Yang berbahaya adalah bila ternyata tidak dikomunikasikan dengan baik masalah keuangan akan menjadi lebih rumit dan sensitif, sehingga bisa menimbulkan ketidakharmonisan dalam keluarga.

Mungkin hal-hal tersebut yang menyebabkan 5 tahun pertama rumah tangga menjadi masa yang tidak mudah pada beberapa pasangan. Apakah setelah 5 tahun pertama masalah dalam rumah tangga akan selesai ? tentunya tidak. Permasalahan dalam rumah tangga akan datang silih berganti untuk menguji kita baik 5, 10, 15, 20 tahun ke depan. Dalam hidup, tanpa adanya ujian rasanya tak mungkin kita bisa naik tingkat, menjadi yang lebih baik.

Semoga Sakinah Mawaddah dan Warahmah.

 

 

Advertisements

2 responses to “5 tahun pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda

  1. Wuihh ga kerasa ya udah 5 tahun aja, aku masih 3 thn nikah jd was2 ngadepin tahun ke 5 (pdhl msh lama), tapi semoga awet terus ya om. Jatuh cinta itu emang gampang, yang susah itu udah jatuh tapi tetep cinta *tsaahh*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s