Interstellar : Perjalanan Lintas Galaksi

Setelah menonton film Arrival saya penasaran dengan film fiksi ilmiah lainnya. Atas saran seorang sahabat, saya mencoba mencari sebuah film dengan judul “Interstellar”. Film fiksi ilmiah yang dikeluarkan di tahun 2014 ini disutradarai oleh Christopher Nolan dan dibintangi oleh Matthew McConaughey, Anne Hathaway, Jessica Chastain, dan Michael Caine. Film ini mengisahkan para penjelajah luar angkasa yang terbang melintasi lubang cacing untuk mencari planet baru yang dapat dihuni manusia. Konon naskahnya ditulis oleh Nolan bersaudara,  Jonathan Nolan dan Christopher Nolan; Christopher memadukan idenya dengan naskah yang dirintis adiknya pada tahun 2007.

Cerita diawali dengan sebuah hamparan kebun jagung yang luas di belahan Amerika. Pada masa itu diceritakan bahwa planet bumi tidak lagi mampu menopang kebutuhan pangan umat manusia. Ladang pertanian rusak karena penyakit hawar, bahkan badai debu menerjang daratan. Sama kejadiannya dengan debu vulkanik yang menutupi wilayah Jogja dan sekitarnya saat gunung merapi menunjukkan aktivitasnya. Tokoh utama dalam film ini, Cooper adalah mantan pilot uji coba NASA yang saat itu lebih memilih menjadi seorang petani. Ia tinggal bersama keluarga besarnya, termasuk bapak tirinya, putra pertamanya Tom, dan putri keduanya “Murph”. Isterinya meninggal karena menderita penyakit kanker ganas. Cooper berjuang seorang diri membesarkan kedua anaknya. Murph, puteri Cooper yang banyak terlibat dalam film ini, diawali dengan kisah hantu di rumahnya. Ia percaya bahwa rumah mereka huni didatangi oleh hantu yang berusaha berkomunikasi dengannya. Setelah menantang Murph untuk membuktikan keberadaan hantu melalui penyelidikan ilmiah, Cooper menemukan bahwa “hantu” yang dimaksud anaknya tersebut memandunya ke sebuah tempat rahasia : pangkalan NASA.

605950

Cooper bersama  Murph di ladang jagung keluarganya

Pangkalan NASA yang dipimpin Profesor Brand. Ia mengungkapkan kepada Cooper bahwa perjuangan manusia untuk bertahan hidup semakin sia-sia. Ia mengusulkan solusi berupa kolonisasi ke galaksi lain. Ada dua rencana yaitu “rencana A” dimana manusia mencari planet di galaksi lain dan kembali lagi ke planet bumi untuk membawa manusia yang tersisa, atau “rencana B” yang tidak mengharuskan tim tersebut untuk kembali. Pada “rencana B” tim tersebut akan dibekali oleh ratusan embrio subur manusia yang akan dikembangbiakan di planet yang terpilih. Cooper direkrut untuk menerbangkan Endurance, sebuah wahana antariksa dengan misi mencari planet layak huni melewati lubang cacing yang terbentuk di orbit Saturnus. Endurance akan mengikuti jejak Misi Lazarus,sebuah misi yang telah diluncurkan terlebih dahulu, sebuah misi yang dilakukan untuk mempelajari kelayakan beberapa calon planet di galaksi lain. Data dari Lazarus mengerucut pada tiga calon planet yang potensial, yaitu planet Miller, Edmunds, dan Mann. Nama planet tersebut disesuaikan dengan nama masing-masing astronot yang melakukan perjalanan ke sana.

Konflik mulai terjadi saat keputusan Cooper untuk bergabung dengan tim Endurance sangat ditentang oleh puteri keduanya Murph. Dengan misi yang tidak jelas kapan berakhir, dan peluang terburuknya Cooper tidak bisa kembali lagi ke bumi, membuat anaknya tak setuju akan kepergian ayahnya tersebut. Keduanya pun berpisah secara tidak baik.

585622

Bagian kokpit/flight deck pesawat yang dikendalikan oleh Cooper

Akhirnya Cooper, Amelia (putri Prof. Brand), fisikawan Rommily, dan geografer Doyle, beserta satu robot serbaguna bernama TARS berangkat menuju Saturnus selama dua tahun sebelum terbang ke galaksi baru. Ketika melintasi lubang cacing, Amelia bertemu makhluk luar dimensi yang ia yakini menaruh lubang cacing untuk menyelamatkan umat manusia.

605943

Tim Endurence yang diberangkatkan ke planet di galaksi lain

Setelah melewati lubang cacing, tim Endurance mengikuti sinyal yang ditinggalkan oleh ekspedisi Miller. Mereka pun menuju planet tersebut. Satu masalah yang ditemui mereka di planet Miller adalah sangat dekat dengan Gargantua, sebuah lubang hitam. Karena tarikan gravitasinya, waktu di permukaan Miller mengalami distorsi. I jam di planet Miller menghabiskan waktu sekitar 20-25 tahun di bumi. Cooper meyakinkan rekan timnya untuk menghemat waktu yang dihabiskan di permukaan. Saat kaki mereka menginjakan kaki di permukaan planet Miller seluruh permukaan planet tersebut ditutupi oleh air setinggi betis orang dewasa. Yang paling mengejutkan adalah mereka menemukan fakta bahwa planet tersebut ternyata tidak layak huni. Gelombang pasang raksasa yang terus-menerus menerjang permukaannya dan telah menewaskan pesawat yang digunakan pada misi sebelumnya. Planet Miller memakan korban salan satu anggota tim Enduro. Doyle tersapu ombak dan pesawat angkutnya dibanjiri air ketika para awak berusaha mengangkat wahana Miller. Mereka kembali ke Endurance dan mengetahui bahwa waktu telah berlalu selama 23 tahun.

585666

Gelombang besar di planet Miller

Saat kembali ke pangkalan Endurance dan mengadakan komunikasi dengan bumi ditemukan pesan dari bumi. Vidoe satu arah menceritakan anak pertamanya mulai dari lulus sekolah, kakeknya meninggal, menikah, hingga memiliki putera. Di waktu bersamaan Murph puteri kedua Cooper sudah dewasa dan bergabung dengan NASA. Ia berusaha menyelesaikan permasalahan fisika yang membingungkan Prof Brand selama bertahun-tahun: persoalan mengenai bagaimana manusia dapat keluar dari tarikan gravitasi Bumi secara massal. Brand jatuh sakit dan ia mengaku bahwa tidak ada harapan bahwa Endurance akan pulang dengan selamat. Ia dari dulu mengutamakan “Rencana B”, proyek repopulasi massal menggunakan embrio subur untuk merintis kembali spesies manusia.

Karena misi pengambilan data Miller memakan sumber daya yang cukup banyak, termasuk oksigen dan bahan bakar; tim Endurance terpaksa memilih dua planet antara planet Mann atau Edmunds. Endurance menerima pesan dari Murph yang mengungkapkan bawha Brand telah berbohong soal misi mereka Cooper dan Amelia bersitegang; saat itu Cooper menganggap Amelia terganggu oleh ikatan emosionalnya terhadap Edmunds, kekasihnya. Akhirnya awak pesawat memutuskan pergi ke planet Mann. Mereka menemukan Mann di planet yang penuh dengan amoniak beku dan membangunkannya dari tidur-beku. Cooper menyadari Mann berbohong soal kelayakan planetnya. Karena tak mau mengakui kekalahan atau menjalani hidup dengan rasa malu, Mann membunuh Rommily dengan meledakkan pesawat dan berupaya membunuh Cooper sebelum kabur ke Endurance. Akhirnya rencana Mann gagal karena rekan tim Cooper, Amelia menyelamatkannya dan keduanya mengejar Mann. Mereka tiba tepat pada waktunya saat Mann memaksa berlabuh di Endurance. Cooper sudah memperingatkan Mann akan perbuatannya tersebut akan membuat kecelakaan besar namun Mann seolah tidak peduli. Pesawat yang dikendalikan oleh Mann meledak, ia menewaskan dirinya sendiri ketika palka Endurance kehilangan tekanan udara. Cooper pun akhirnya berhasil berlabuh di Endurance dan mengendalikan wahana tersebut.

647019

Amoniak beku menutupi seluruh planet Mann, hampir tidak ada vegetasi di atasnya

Menyadari bahwa masih ada harapan untuk membantu Murph dan menyelamatkan umat manusia, Cooper dan Amelia menyusun rencana untuk menerbangkan Endurance ke cakrawala peristiwa (event horizon) Gargantua (Sebuah lubang cacing) dan mengirim robot mereka TARS ke dalamnya untuk mengumpulkan data mengenai singularitas di balik lubang hitam, kemudian melempar pesawatnya dengan bantuan gravitasi ke arah planet Edmunds.

Ini bagian yang paling tidak bisa ditebak saat Cooper ternyata  berbohong kepada Amelia dan mengirim pesawatnya sendiri ke Gargantua sehingga Amelia dapat keluar dari tarikan gravitasi. Di dalam lubang cacing pesawat Cooper mengalami gesekan dan terbakar namun untungnya ia berhasil melontarkan dirinya sebelum pesawatnya hancur. Cooper terjebak di ruang luar dimensi tempat dan waktu yang tidak bersifat linier dan diwakili oleh kamar tidur Murph dibalik rak buku. Ia sekarang mampu menyaksikan setiap detik hidup Murph anaknya secara bersamaan, lalu menyadari bahwa dirinya adalah hantu Murph. Ia bahkan bisa melihat saat detik-detik ia membujuk murf untuk pergi ke luar angkasa. Ia menggunakan debu  untuk mengirimkan titik koordinat tempat markas nasa, dan ia pun dapat mengirimkan data melalui jam tangan Murph yang dikumpulkan TARS melalui batasan dimensi agar Murph bisa menyelesaikan persamaan Profesor Brand.

560736

Endurances mendekati lubang cacing

Di akhir film ini, misi Cooper akhirnya selesai. Cooper, manusia yang telah berevolusi dan melintasi alam semesta fisik, menutup ruang teserak tersebut dan melepaskan Cooper kembali ke Tata Surya lewat lubang cacing di dekat Saturnus. Ia pun ditemukan oleh sebuah wahana NASA. Ia bangun di wahana NASA yang berperan sebagai pemandu wahana pengangkut manusia lainnya menuju lubang cacing. Cooper akhirnya bertemu kembali dengan Murph yang saat ini merupakan wanita lanjut usia usianya sudah 124 tahun. Saat scene inilah kita bisamelihat seorang anak yang lebih tua dari ayahnya, Seorang ayah yang menyaksikan anaknya tua dan meninggal saat usianya baru 40 tahun.

Setelah mengucapkan kata-kata perpisahan untuk terakhir kalinya dengan Murph, Cooper mencuri salah satu kapal NASA. Ia berencana masuk ke lubang cacing untuk mencari Amelia yang telah menemukan sisa-sisa ekspedisi Edmunds sekaligus planet yang dapat menopang kehidupan manusia. Akhirnya manusia menemukan planet hunian baru di galaksi entah berantah..

Advertisements

13 responses to “Interstellar : Perjalanan Lintas Galaksi

  1. Terpikir untuk menonton film ini, tapi kabarnya durasinya hingga tiga jam. Perlu persiapkan waktu khusus dan beli cemilan yang banyak sambil menonton. Cerita fiksi yang seru dan menarik.

    Like

  2. wew, itu karena teori relativitas ya mas. perbedaan waktu yang sangat jauh sih agak kurang masuk akal, tapi ya toh ini filmnya flash fiction ya, jadi ya never mind, hehehe
    menarik banget ceritanya, apalagi dikasih gambar2nya. minimal imajinasi saya nggak kacau2 banget, hehehe

    Like

  3. wah, menarik sekali filmnya mas. aku dulu suka banget baca dan nonton science fiction gini. tapi entah kenapa akhir2 ini sukanya nonton drama aja. heheheh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s