HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH

 

maxresdefault

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan Sumber : http://www.youtube.com

Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Anies Baswedan telah mengeluarkan surat edaran mengenai hari pertama masuk sekolah yang dirilis pada tanggal 11 Juli 2016. Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota seluruh Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bersama tanggal 18 Juli 2016 yang lalu sebagian besar sekolah di Indonesia telah memulai kembali proses belajar mengajar untuk tahun pelajaran  2016/2017. Surat tersebut berisi himbauan kepada para wali murid agar mengantarkan anak-anaknya pada hari pertama sekolah. Ada 4 point yang disampaikan dalam surat tersebut diantaranya :

  1. Mendorong aparatur sipil daerah untuk menganarkan anak ke sekolah di hari pertama dan memberikan dispensasi dapat memulai kerja sesudah mengantarkan anaknya ke sekolah.
  2. Mendukung sekolah dalam menyambut siswa baru dan berinteraksi dengan orangtua.
  3. Menyampaikan pesan kepada instansi swasta di daerah agar memberikan dispensasi bagi karyawan untuk dapat memulai kerja sesudah mengantarkan anaknya ke sekolah.
  4. Menggunkan berbagai kanal komunikasi di daerah untuk menyebarkan pesan hari pertama sekolah kepada publik luas di daerah.

Mengantarkan anak di hari pertama masuk sekolah merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi anak kita. Secara psikologis hari pertama masuk sekolah adalah waktu yang cukup berat, karena waktu transisi berpindahnya masa liburan yang santai menjadi waktu sibuk dengan rutinitas yang cukup padat. Bila kita perhatikan jadwal sekolah anak-anak kita memang cukup padat. Dimulai sejak pukul 07.00 pagi dan selesai pukul 4 sore, dan begitu setiap harinya. Sama dengan rutinitas pekerja dewasa setiap harinya. Oleh karena itu bagi sebagian anak hari pertama masuk sekolah merupakan beban yang cukup berat. Pendampingan orangtua diperlukan untuk memberikan tambahan semangat dan motivasi anak kita. Harapan kita anak-anak bisa belajar dengan penuh semangat dalam iklim pembelajaran yang lebih positif dan menyenangkan.

Hal penting lainnya, mengantarkan anak pada hari pertama masuk sekolah menunjukan adanya perhatian dan kepedulian orangtua terhadap pendidikan anak. Jangan –jangan selama ini kita tidak mengetahui anak kita sudah duduk di kelas berapa atau wali kelasnya siapa. Karena kesibukan kita bekerja. Orangtua diharapkan bukan hanya sekedar ATM yang menyediakan uang untuk memenuhi kebutuhannya secara ekonomi, perhatian kita pun tak kalah pentingnya.

Selain itu kegiatan mengantar anak di hari ke pertama sekolah akan mendorong terjadinya interaksi antara orangtua dan guru di sekolah dalam mengawai proses pendidikan selama setahun ke depan. Apabila dalam proses pembelajaran ditemukan permasalahan baik hubungannya dengan kegiatan belajar mengajar di kelas atau hal lainnya dapat dikomunikasikan dengan baik. Kita masih ingat kasus orangtua yang melaporkan guru ke kepolisian karena telah mencubit anaknya. Hal tersebut seharusnya tidak terjadi bila telah terbangun komunikasi yang baik antara guru dengan orangtua siswa.

CnnNrhMVIAA7sVv

Selain menerbitkan surat himbauan agar mengantarkan anak ke sekolah pada hari pertama masuk sekolan, Kemdikbud juga menerbitkan peraturan yang berkaitan dengan masa perkenalan siswa di sekolah. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa hari pertama siswa baru di berbagai daerah di Indonesia juga telah menyelenggarakan masa orientasi sekolah dan adaptasi di lingkungan sekolahnya.  Jadi bagi siswa baru selain menyambut gembira momentum perdana masuk sekolah, terdapat kecemasan menghadapi masa orientasi siswa baru ini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya masa orientasi sekolah selalu diwarnai berbagai masalah. Kasus perpeloncoan, bullying, dan tindak kekerasan kepada siswa masih sering terjadi di berbagai sekolah bahkan kalau kita ingat beberapa kejadian sampai merenggut  nyawa siswa baru.

Melihat perkembangan masa orientasi yang kurang kondusif dari tahun ke tahun, pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 tahun 2016 tentang pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru Pasal 4 ayat 3 ditegaskan bahwa pengenalan sekolah wajib berisi kegiatan yang bermanfaat, edukatif, kreatif, dan menyenangkan. Segala bentuk perpeloncoan, pelecehan dan tindakan kekerasan pada siswa semuanya harus dihapuskan diganti dengan masa orientasi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa. Tindakan senioritas dan kebiasaan untuk melaukukan tindakan yang kurang pantas kepada adik kelas menjadi penyakit kronis yang menjangkiti siswa di berbagai sekolah. Masa orientasi siswa yang seharusnya menyenangkan, malah justru menakutkan dan dihindari oleh siswa. Masa orientasi digunakan sebagai momentum bagi siswa senior untuk menunjukan kekuasaan yang dimilikinya sekaligus sebagai aksi balas dendam karena dahulu mereka mengalami perpeloncoan. Mata rantai tindakan tersebut akan terus dikembangkan ke dalam berbagai bentuk kegiatan dengan dalih agar siswa mendapatkan kenangan yang tak terlupakan pada masa awal masuk sekolah.

Hal–hal yang telah dilarang dilakukan saat pengenalan lingkungan sekolah diantaranya adalah melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat, contohnya : saat memasuki sesi perkenalan, di depan meja kami diletakan segenggam kacang hijau. Kami disuruh untuk menghitungnya satu per satu setiap butir kacang hijau tersebut, ketika saya telah selesai menghitung seluruh kacang hijau tersebut dilanjutkan oleh teman sebangku. Apabila jumlah kacang hijau yang kami hitung berbeda maka masing masing akan mendapatkan hukuman yang sama, yaitu menghafalkan seluruh nama siswa di kelas kami. Selain itu saya juga pernah disuruh mencari permen dengen merk tertentu yang sudah tidak diproduksi lagi. Saya mencarinya hingga larut malam dengan ayah saya. Setiap warung saya datangi hasilnya tetap sama bahwa permen gula jahe tersebut sudah tidak diproduksi lagi. Di akhir cerita kami pun dihukum push up karena gagal mendapatkannya.

Hal lainnya yang dilarang  saat masa orientasi adalah menyuruh siswa baru membawa dan memakai atribut yang kurang relevan dengan tujuan pendidikan, misalnya hanya untuk lucu-lucuan. Saya dulu disuruh menggunakan papan nama dengan bentuk tertentu dan ukuran terentu, ditempelkan foto dengan ekspresi yang yang paling konyol. Bagi siswa puteri yang tidak berjilbab rambutnya dikuncir dua dan diikat   dengan menggunakan tali rafia. Sungguh lucu dan tidak relevan sama sekali. Bagi siswa senior perpeloncoan merupakan fase inisiasi yang harus dilalui oleh siswa baru sebelum masuk ke dalam komunitas lingkungan siswa di sekolahnya. Sehingga saat diturunkannya peraturan menteri pendidikan di atas kebanyakan siswa senior menolaknya.

Tindakan membentak siswa baru, memarahi, bahkan tindakan kekerasan yang selama ini berkembang dilakukan oleh siswa senior dengan alasan agar siswa tidak cengeng menghadapi tekanan selama proses belajar di sekolah. Tanpa mereka sadari tindakan perpeloncoan telah membentuk sebuah pemikiran ketertundukan yang terpaksa dan tumbuhnya keinginan balas dendam.

Padahal kalau kita mau objektif di balik antusiasme para senior melakukan tidndakan tersebut terbersit keinginan mereka untuk balas dendam atas apa yang mereka peroleh di masa lalu. Saya melihat semakin galak seorang senior tidak berbanding lurus dengan prestasi yang diperoleh di meja belajar. Bahkan saya melihat ada siswa senior yang paling “galak” ketahuan dikeluarkan oleh guru dari ruangan kelas.

Selama ini perpeloncoan selama masa orientasi siswa memeiliki dampak yang kontraproduktif bahkan merugikan siswa baru. Alih-alih makin akrab dan mengenal lebih baik lingkungan sekolahnya, perpeloncoaan justru membuka mata rantai budaya kekerasan yang diturunkan dari satu angkatan ke angkatan di bawahnya. Tindakan pemerintah dengan melarang perpeloncoan menurut saya tindakan yang sangat tepat. Kemdikbud bahkan menegaskan tidak akan segan untuk mencopot kepala sekolah yang melakukan pembiaran tindakan perpeloncoan di sekolahnya. Kemdikbud juga menetapkan bahwa dalam penyelenggaraan masa orientasi sekolah tidak boleh melibatkan siswa senior sebagai panitia. Guru memegang kendali atas penyelenggaraan termasuk materi yang akan disampaikan. Peran siswa senior dalam masa orientasi tetap dilibatkan hanya memberi masukan atas rancangan  kegiatan dan membantu pelaksanaan teknis di lapangan, pengawasan tetap dilakukan oleh guru di sekolahnya.

Pada akhirnya setelah masa orientasi siswa telah dilaksanakan dengan baik bukan berarti permasalahan perpeloncoan sudah selesai. Tindakan bullying yang dilakukan pasca masa orientasi harus menjadi perhatian kita bersama orangtua dan guru di sekolah. Jangan sampai tindakan tersebut malah berkembang di lingkungan kehidupan sekolah sebenarnya. Mari menjadikan lingkungan sekolah anak-anak kita tempat belajar yang menyenangkan. Dengan mengantarkan anak di hari pertama masuk sekolah dan penyelenggaraan masa orientasi siswa yang baik kita berharap siswa Indonesia dapat belajar dengan baik dan mencapai prestasi yang gemilang.

Salam SuksesBelajar

 

Advertisements

79 responses to “HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH

    • Anak belum masuk sekolah ka Beeena, saya kan guru jadi stay di sekolah ketemu orangtua.. alhamdulillah 😎..sehat ya ka Beeena biar bisa ngeblog dan blog walking .

      Like

  1. hmm, jadi inget jaman mos di smp. Penuh drama dan banyak ilmu yg di dapat. Beda sama jaman beberapa tabun belakangan, orientasi seolah memberi sarana untuk tindakan bullying. Semoga kedepannya hal-hal begini bener” terpantau oleh guru dan orang tua.

    Like

  2. salut buat pak mentri anies baswedan, sudah selangkah lebih maju buat pendidikan anak sekolah jaman sekarang smg semakin tertata pendidikan yg tak terlalu sarat beban buat anak didiknya dan melahirkan generasi yg makin cerdas dan mendunia 😊

    Like

  3. Mengantar Anak masuk sekolah di Hari pertama Sudah mulai kudengar tahun lalu, dan “booming” di medsos juga, banyak yang antusias sama program ini. Bahkan sampai ada kisah-kisah menarik dan inspiratif dari kegiatan mengantar sekolah. Ini emang Bagus ya mendampingi tumbuh kembang dan pendidikan Anak! Semoga nanti jika menjadi Ibu, bisa benar-benar mendampingi Anak 😊

    Wah baru tahu aku kalau senior Sudah tidak menjadi panitia MOS .

    Like

  4. Mengenai hari pertama sekolah. Benar menjadi pro kontra. Di satu sisi, interaksi orang tua dan wali murid akan terjalin dengan baik. Dan semoga hanya sebatas itu saja.

    Karena masih banyak juga oknum wali murid yg menggunakan kedekatan itu untuk hal lain.

    Like

  5. coba aja pemerintahan mengizinkan mewajibkan pegawainya mengantarkan anak anaknya tidak hanya di hari sekolah. tapi, bisa sebulan 1x atau 2x pasti anak akan senang banget. tapi, ini merupakan perubahan yang kecil tapi bermakna

    Like

  6. saya sendiri sewaktu dulu bisa di katakan cuman bawa nametag saja soalnya lebih ke study gitu, kaya pengenalan sekolah dan jurusan juga.
    Bersyukur banget dan sangat mensupport Pak Anies :)

    Like

  7. Tahun ini emang tahun the best banget di dunia pendidikan. Dihilangkannya MOS dan menghimbau orangtua untuk mengantar anaknya ke sekolah itu menjadi kegiatan yg lebih bermanfaat sekali. Semoga bisa terus begini, ya..

    Like

  8. Say no to bullying, say no to perpeloncoan. Toh kalo memang tujuan perpeloncoan adalah melatih mental menjadi kuat, seharusnya ada cara yang lebih bijak untuk mendapatkan mental yang baik. Perpeloncoan dan bullying lebih berpeluang untuk melestarikan budaya balas dendam terhadap angkatan selanjutnya. Bravo, Pak Anies!

    Like

  9. Aku tidak tahu jika salah satu motif perploncoan itu balas dendam. Setahuku sih membuat acara selamat datang yang kreatif. Malahan… persiapan sangat lama dan kami dilatih disiplin semi militer. Belum lagi pada malam hari H, kami dipaksa rapat sampai jam 3 pagi. Semua demi meneruskan budaya (kolonial?) masa lampau.
    Entahlah… mungkin motif pribadi ya. Jadi bukan hanya yg diplonco yg malah senang, angkatan yg bertugas memlonco malah lebih senang lagi (meski artinya sudah tidak seru lagi). Hehehe

    Like

    • Pola pembinaan yang dialami Mba Susi sama dengan saya. Namun setelah waktu bergulir rasanya metode yang sama tidak cocok untuk diaplikasikan kepada anak zaman sekarang

      Like

  10. Perihal perlu adanya atau tidak, aksi perploncoan di awal masuk sekolah itu seperti jajak pendapat tentang pro dan kontra..

    Di satu sisi ada yang mendukung, di satu sisi menolak. Tapi menurut saya sih lebih baik diganti dengan kegiatan yg lebih bermanfaat, khususnya untuk para siswa. Misal acara perploncoan diganti acara malam keakraban, kumpul bareng, diskusi bareng atau tentang melatih kreatifitas, sekaligus untuk memutus lingkaran setan perploncoan tsb, karena aksi perploncoan itu tak jarang diselipi aksi bullying yg nantinya akan menurun ke generasi selanjutnya..

    Salut sama pak anies, yg berani bikin kebijakan penghentian aksi ini :))

    Like

  11. Saya tidak suka perpeloncoan, mengenal sekolah baru dan para senior bisa dilakukan dengan cara lain. Ada beberapa orang yang menjadikan perpeloncoan atau orientasi ssebagai ajang balas dendam, tapi disitunggak juga kadang kita bisa lebih mengenal teman satu kelas kita.

    Liked by 1 person

  12. Tahun lalu banyak orang tua Yang mengeluh karena tidak mendapatkan barang yang telah di tentukan. Katanya biarin aja di hukum, karena sudah menyerah ga tahu mau cari kemana lagi

    Tahun ini, orang tua tenang anak pun senang :)

    Liked by 1 person

  13. Sewaktu masuk SMP dan SMA, saya gak mengalami perploncoan, eh apa saya yang lupa ya..hi..hi…

    Tapi masuk bangku kuliah, masa ini sangat berbekas dalam ingatan saya. Dibentak-bentak, senior yang mengeluarkan kata kotor sampai harus membeli beberapa barang yang baru sempat kami cari sepulang dari kampus. Cukup menguras tenaga dan pikiran.
    Positifnya, kerepotan itu membuat kami mahasiswa baru saling membantu dan saling mengenal meskipun bukan satu jurusan.
    Tapi secara keseluruhan memang sebaiknya gak ada perploncoan. Soalnya berdampak psikologis juga

    Like

  14. Duh, pembahasan ini tuh sbnr nya banyak pro dan kontra.
    Bagaimana bagi siswa yang yatim piatu? Apakah dia tidak merasa iri dengan teman2 nya yang di antar oleh kedua orangtuanya?
    Meskipun ada sisi positifnya, yaitu orangtua nya rela menyempatkan untuk perhatian terhadap anaknya.
    Tapi gimana ya,saya bicara gini karena ga semua siswa bisa di antar oleh orangtua. Karena pekerjaan, karena keadaan.

    Liked by 1 person

    • Bagi yang orang tuanya sudah tiada walinya yang berkelakuan menghantarkan..karena belum membudaya kebijakan ini memang masih belum bisa diterapkan oleh sebagian orangtua

      Like

  15. Dulu waktu masuk smp dan sma, sepertinya saya tidak mengalami masa perpeloncoan. Apa saya yang lupa, ya..hi..hi..

    Justru yang berbekas di ingatan saya ketika masuk bangku kuliah. Dibentak-bentak, disembur dengan kata-kata kasar, sampai harus membawa barang-barang yang baru sempat kami cari pulang dari kampus. Sekitar jam 5 sore. Tubuh lelah, mencari barang yang belum tentu ada, sangat menguras tenaga dan pikiran.
    Mungkin ada untungnya juga. Dengan kerepotan tersebut, kami mahasiswa baru saling membantu dan bisa kenal dengan mahasiswa jurusan lainnya.

    Tapi secara keseluruhan, saya juga gak setuju dengan perploncoan, apalagi dengan kekerasan. Soalnya akan memicu kekerasan lagi di masa depan.

    Liked by 1 person

  16. Mau nanya paragraf awal disebutkan surat tersebut untuk wali murid… orangtua nggak usah khan…
    Penggunaan kata orang tua di berbagai kalimat tidak tepat. Seharusnya orangtua…
    Masih banyak yang tidak ada spasi antar suku kata..

    Terakhir komentar saya Mendikbud sudah berganti menjadi Kemdikbud. ..

    Liked by 1 person

  17. Keren!
    Sekarang udah nggak kaya dulu ya masuk sekolah pertama. Kasian kalau inget adek sepupu nangis soalnya nggak dapet barang barang yang harus dibawa buat mos.

    Like

  18. Saat pemerintah, perusahaan swasta dan sekolah mendukung penuh program ini membuat bangsa Indonesia lebih maju berkali lipat. Bullying disekolah harus dihapuskan dan sekolah juga harus terbuka dengan apa yg dilakukan di sekolah. Keren

    Like

  19. Kalau liat berita di TV, senang sekali karena MOS tahun ini semakin jauh dari aksi bullying. Padahal tujuan sebenarnya dari MOS itu kan memang untuk membuat para siswa baru betah di lingkungan sekolah, membuat merasa diterima, bukan menjadi takut.
    Kemarin sempat melihat ponakan yang baru masuk SD. Di sekolahnya siswa kelas 1 disambut oleh siswa kelas 6 dengan cara digendong.
    Semoga ke depannya bullying bisa benar-benar hilang ya :)

    Like

  20. Saya adalah orang yang paling menentang perploncoan. Gatau fungsinya apa, manfaatnya gimana, yang ada diri dipermalukan di depan orang banyak. Disuruh bawa, beli ini itu yang pakai bahasa ngasal lah, terus yg direpotin siapa? orangtua juga. Belum lagi kalo ada pukul-pukulan, atau sok-sok nantangin anak baru, sok besar-besar suara. Emangnya dia siapa coba.. Hhhh #curhat-ing

    Semoga di perkuliahan,per-sekolahan manapun jangan ada lagi perploncoan atau teman-temannya itulah. Cukuplah yang ngenalin kampus itu dosen, staff akademik, kakak dan abang cukup mengarahkan dengan baik dan bijaksana. Tunjukkan kewibawaan kalian dengan baik. Tunjukkan kalian senior yang cerdas.

    Like

  21. Untuk pendekatan awal antara anak dan orang tua ini adalah langkah yang baik menurut saya.nkarena dengan begitu anak-anak merasa bahagia. Langkah yang baik deh menurut saya untuk saling mempererat silatirahmi antara guru, orang tua dan anak

    Like

  22. Semoga peran orang tua dalam mengantarkan anaknya sekolah bisa mengajarkan ke anaknya untuk mengenali lingkungan sekolahnya dan semoga generasi muda semakin pinter dalam berkarya maupun sikapnya :)

    Like

  23. Benar, semoga setelah masa orientasipun tak ada bullying dalam bentuk apapun. Dan semoga sinetron remaja kita semakin sehat, tak ada adegan bully2 yang bisa jadi diikuti remaja.

    Like

  24. Seneng sama tahun ini
    Pemerintah mulai kreatif membuat infografis buat mengkampanyekan hari pertama masuk sekolah
    Pemerintah jangan pesismis walaupun kampanyenya kurang ramai dibandingkan pokemon go

    Like

  25. Saya sangat salut dengan mentri Anies Baswedan, karena beliau bisa membawa perubahan utk pendidikan di indonesia. Semoga kedepannya pendidikan di indonesia menjadi lebih baik :)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s