Bersabarlah Duhai Ayah

Hari Jum’at beberapa pekan yang lalu (3/5/2016) diberitakan bahwa telah ditemukan anak berumur 7 tahun yang tersesat di hutan selama 6 hari di kawasan Pegunungan Hokkaido, Jepang. Di hari ke-7 petugas pencari berhasil menemukan anak tersebut dekat camp pelatihan militer Jepang yang berjarak 4 km dari tempat awal anak tersebut hilang. Berita ini sontak mengagetkan seantero jepang dan menjadi headline di beberapa koran nasional dan stasiun berita. Yamato Tanooka adalah nama anak tersebut. Akhir dari pencarian iu, rasa bahagia datang bukan hanya dari orang tua, bahkan seluruh warga Jepang menyambut dengan suka cita setelah tim pencari menemukan anak malang tersebut. Yamato ditemukan di sebuah gedung kosong milik militer angkatan udara Jepang.

Sumber : BBC Indonesia

Kebahagian masyarakat Jepang berubah menjadi kemarahan ketika mereka mengetahui ternyata kedua orang tua Yamato dengan sengaja membuang anak mereka di hutan dengan tujuan menghukum anak tersebut.

Mengapa anak tersebut sampai dihukum ?

Hal ini bermula tatkala orang tuanya mengetahui kenakalan Yamato yaitu melempari setiap mobil dan orang-orang yang lewat dengan batu. Karena kesal orang tua yamato menurunkan Yamato dari mobil di hutan pegunungan Hokaido,  bahkan orang tua tersebut tidak menyadari hutan tersebut adalah habitat beruang yang buas.Sangat berbahaya, namun Alhamdulillah tidak terjadi ancaman apapun pada anak tersebut. Saya benar-benar kaget mendengar cerita tersebut.

Kenakalan anak

Kenakalan yang dilakukan oleh anak-anak kita seringkali membuat kita lupa diri dan gelap mata karena tipisnya rasa kesabaran kita. Rasa marah dan kesal menjadi satu dan dilampiaskan kepada anak dalam bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik maupun verbal.

intisarionline

kemarahan memicu kekerasan. Sumber : intisarionline.com

Saya jadi teringat akan pengalaman keluarga kami ketika makan bersama di sebuah rumah makan di Bandung. Ketenangan kami saat makan terusik oleh ulah seorang ayah yang mejanya berada di samping meja kami. Anak perempuan si Ayah tersebut marah kepada anaknya yang masih dibawah lima tahun karena menumpahkan minuman di meja makan. Tangan sang ayah dengan sigap menarik telinga sang anak ditambah ucapan kasar yang tidak pantas. Anak tersebut menangis, maraung sejadi-jadinya. Kontak suasana makan kami pun merasa tak nyaman, ditambah bukan hanya anaknya saja yang ketakutan namun anak saya juga takut, menghampiri dan memeluk saya. Lengkaplah sudah apa yang dilakukan oleh ayah tersebut. Sebuah tindakan kekerasan fisik dan verbal yang sangat tidak patut untuk dilakukan baik di ruang privat maupun publik sekalipun..

Astaghfirullah… Apapun itu, kekerasan bukanlah hal yang baik unuk anak kita, karena kekerasan bukanlah solusi efektif dalam mendidik anak. Saya masih mempercayai itu. 

Kenakalan berasal dari kata nakal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nakal memiliki makna : suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu, dan sebagainya. Kata nakal sering disematkan terutama bagi anak-anak. Salah satu contoh perilaku anak nakal biasanya kita ungkapkan ketika anak kita mengabaikan orang tuanya saat diberikan nasihat, atau mengganggu pekerjaan orang tuanya/ orang lain.

Banyak orang tua yang  memiliki kesabaran yang teramat sedikit saat berhadapan dengan tingkah laku anak, baik dalam bentuk kenakalan maupun hanya sikap rasa ingin tahu tentang suatu hal. Seperti berita yang saya sampaikan sebelumnya, orang tua Yamato mungkin tidak berniat untuk membuang anaknya di tengah hutan, namun karena kekesalannya ia lupa diri dan melakukan perbuatan yang berdampak sangat berbahaya bagi anak tersebut.

Sebagai orang tua kita memang sebaiknya menyiapkan lapis-lapis kesabaran yang tebal ketika berhadapan dengan kelakuan anak kita yang terkadang hadir di saat yang kurang tepat. Saya tidak mau mengatakan dengan istilah kenakalan pada kasus anak yang menumpahkan gelas minuman, karena biasanya anak yang belum mengerti baik-buruk tentang sesuatu hal (belum sempurna akalnya) atau karena masih anak-anak maka kemampuannya pun terbatas. Misalnya boleh jadi anak tersebut tidak sengaja menyenggol gelas ayahya, yang mana pada orang dewasa pun kasus ini masih suka kita temukan. kemungkinan lain anak tersebut tidak kuat mengangkat gelas ayahnya yang besar sehingga tumpah, padahal anak tersebut berniat baik untuk mengambilkan ayahnya minuman.

Hal yang harus diingat oleh orang tua, seorang anak terkadang melakukan perbuatan yang tidak semestinya hanya untuk menarik perhatian orang tuanya. Contohnya : seorang ayah sedang memainkan tablet, berselancar di dunia maya dengan begiu asyiknya. Atau karena ayahnya seorang blogger ia sedang menulis di blog, tiba-tiba anak semata wayangnya ingin bermain bola dengan si ayah tersebut. Sekali dua kali anak tersebut memanggil ayahnya untuk bermain bola, namun karena ayahnya sedang asik dan tidak menyadari kehadiran anak tersebut panggilan anaknya diabaikan. Ia terus bermain dengan gadgetnya. Secangkir kopi yang dihidangkan oleh bundanya bisa jadi sasaran untuk dijatuhkan di hadapan ayahnya. Apakah itu sebuah kenakalan ? kita sering menganggapnya demikian, padahal menurut saya ia hanya sedikit mencari perhatian kita.

Kapan anak mencari perhatian dari kita ?

Slide4

Bermain bola bersama anak. Sember : koleksi pribadi

Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, anak mencari perhatian saat kehadirannya merasa tidak dianggap oleh kita baik secara fisik maupun emosi. Kehadiran kita di rumah memang sebaiknya kombinasi keduanya, fisik dan emosi. Jika tidak lengkap, berakibat kurang baik. Bisa jadi kita bermain dengan anak secara fisik, namun hati dan fikiran kita masih mengawang-awang di kantor dan pekerjaan kita. Saya pernah merasakan hal tersebut, permainan bola yang  saya lakukan dengan dengan anak saya pada kondisi tersebut membuat permainan kami jadi tidak mengasikan akhirnya ia lebih memilih unuk keluar rumah dan pergi bermain dengan yang lainnya. Oleh karenanya setelah kejadian tersebut menjadi sebuah perhatian bagi saya untuk selalu berusaha menyiapkan diri saya ketika sampai rumah untuk menyiapkan fisik dan mental saya untuk keluarga. Walaupun sulit namun terus saya usahakan.

Apa dampaknya apabila orang tua dengan anak tidak memiliki kedekatan baik secara fisik maupun emosiaonal? Pengamatan saya lakukan terhadap beberapa anak yang berperangai kurang baik di sekolah. Ketika saya perhatikan memang anak-anak demikian rata-rata anak-anak tersebut kurang memiliki hubungan emosional yang kurang  dengan orang tuanya. Syarat sebuah hubungan emosional diawali dengan kehadiran fisik ayah ketika bersama anaknya. Jadi tidak mungkin seorang ayah menjalin hubungan emosional dengan anaknya tanpa kehadiran dirinya di rumah. Mari kita luangkan waktu untuk anak kita di tengah kesibukan pekerjaan kita.

Saya jadi teringat dengan petuah beberapa orang yang saya jadikan teman diskusi dalam mendidik anak, tak lepas dari kedekatan secara fisik, ternyata kedekatan emosi antara anak dengan kedua orang tuanya (secure attachment) sangat berpengaruh terhadap psikis anak seperti rasa percaya diri, penerimaan diri, dan harga diri anak tersebut. Rasa percaya diri sangat berpengaruh terhadap kecakapan untuk menyesuaikan diri sengan lingkungan dan kemampuan bersikap tegas terhadap lingkungannya. Anak-anak yang memiliki rasa percaya diri yang yang rendah cenderung mudah dipengaruhi lingkungan termasuk pengaruh yang buruk.

Bagi anak-anak yang percaya dirinya rendah juga cenderung memiliki kemampuan belajar yang kurang baik. Mereka mungkin memiliki IQ yang cukup tinggi namun tidak menyadari kemampuannya sehingga merasa dirinya tidak mampu. Sehingga mudah sekali menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam menghadapi masalah.

Saya yakin kedekatan emosi dengan anak sangat diperlukan. Anak-anak kita akan merasa bahagia bila dekat dengan kita. Bukan karena uang yang kita berikan, atau fasilitas mewah yang kita sediakan, melainkan karena waktu yang kita luangkan dengan anak kita untuk bermain dan berbincang bersama mereka. Saya tampilkan sebuah video tentang betapa inginnya anak kita berada dekat dengan kita.

Jadi bagi ayah dan calon AYAH JUARA, mari kita BERUSAHA untuk BERSABAR dalam mendidik ANAK kita. Anak kita adalah anugerah dari Allah SWT. Ia dititipkan oleh-Nya kepada kita untuk dirawat, dijaga, dan diberikan kasih sayang. Amanah yang teramat berat Ayah..Bunda…

Salam AyahJuara

images

 

Advertisements

60 responses to “Bersabarlah Duhai Ayah

  1. aku jg pernah kzl sama anak, ngerusak lepi kantor haha. walopun sedih jg harus ganti potong gaji benerin leptop. :|
    tetep minta maaf meski sdh marahin anak.

    kesabaran sbg org tua emg diuji apalagi mrk yg bekerja dan mengurus anak.

    berbahagialah bs melewati smua sg baik terutama para blogger. salut!

    Like

  2. Sosok orang tua untuk anak emang penting banget yah mas. Baik ibu maupun ayah dibutuhkan dalam tumbuh kembang Anak. Semoga para suami, para laki-laki bisa memainkan perannya sebagai ayah dengan sebaik-baiknya

    Like

  3. Sosok Ayah memang unik, berbeda sekali dengan sosok Ibu. Minimal itu yang saya rasakan pada Ayah dan Ibu saya. Jadi bukan saja menjadi Ibu, menjadi Ayah pun tampaknya bukanlah perihal yang mudah.

    Semoga saat menjadi Ayah kelak, saya bisa menjadi ayah yang asik! :)

    Like

  4. Entah kenapa ini agak menyinggung hidup saya hehe.
    Tapi itu yg anak jepang parah banget ih. Berapa hari ga makan dan minum. Emang sih cuma ninggalin sebentar, tapi ya namanya anak mah ga mungkin mau sendirian, pasti cari jalan. Dan ternyata hutan itu banyak binatang buas nya. Bersyukurlah si bapak anak nya masih hidup

    Like

  5. Dih hal kayak gini ni sering banget saya temuin di lingkungan sekitar, belum lama anak tetangga diseret lagi main sama anakku si bungsu gara-gara rebutan mainan, sedih liatnya. Padahal dia ini istri seorang guru agama. Dan anak saya pun kerap mwndapat peelakuan yg tak layak dari orang tua/tetangga ini, karena anak saya emang hiper aktif, tapi dengan kelembutan bisa ko anak itu nurut… mereka yang begini harus sekolah etika deh.

    Like

    • Duh nda ngeliat perasaan orang lain apa ya nyeret anak segala. Rebutan mainan mah wajar namanya anak kecil..benar sekali Mba dengan kelembutan..saya biasanya memeluk dengan hangat Mba..

      Like

  6. Setiap anak salah, sepatutnya yg berkaca diri itu adalah ayah ibunya, selaku pendidik. Lalu lingkungannya. Teman-temannya. Sudahkah kt menjadi orgtua yg bijaksana? Sudahkah kita memilih lingkungn yg baik untuk kita? Ah, orangtua… Anak-anak tetaplah anak-anak, yg butuh bimbingan dan arahan. Smg kt diberi kekuatan mendidik anak-anak kita menjadi generasi rabbani, penyayang dan penyejuk mata.

    Like

  7. Wah… Ayah juara!
    Postingan yang bagus mas, orangtua seharusnya memang lebih sabar dan perhatian terhadap anak-anaknya.
    Banyaknya kesalahan yang terjadi pada anak, sedikit banyak pasti dipengaruhi sikap dari orangtua.
    Terima Kasih informasinya, mungkin bisa tanda tangani petisi ini juga mas https://www.change.org/p/hanifdhakiri-tolong-berikan-cuti-ayah-untuk-kelahiran-anak?utm_source=action_alert&utm_medium=email&utm_campaign=602624&alert_id=GYOjSxvCIm_spEVdFBx87ZYtYm7PbRiKfIW0oVUvvCsi%2B7HSlqi4AI%3D :)

    Like

  8. Aku masih percaya ga percaya sama berita yang jepang itu. Tapi ya emang ngedidik anak itu perlu kesabaran. Apalagi yg kerja, udah cape pulang kerja anak minta diperhatiin. Ya mau ga mau, konsekuensi peran. Amanah juga :)

    Like

  9. Padahal kalau mau introspeksi, “kenakalan” anak sebenarnya juga buah hasil didikan orang tuanya.
    Anak-anak hanya blue print atau imitator orang dewasa di sekitarnya. Sudahkah ortu memberikan lingkungan yang baik bagi anak? Menjadi teman curhat bagi anak sehingga anak tidak caper berlebihan?
    Ah, rasanya miris dengan ortu yg kasar. Pengen dijitak. Bikinnya aja seneng, giliran membesarkan buah hatinya malah ga seneng. Ckckck

    Like

  10. Menurut saya, mendidik anak-anak itu harus sabar dan ekstra hati hati dalam berucap dan berperilaku, karena segala apa yang dilakukan orang tuanya kepada anaknya akan terus terekam sepanjang hayat si anak. Seperti kata psikolog (yang entah lupa namanya) “Anak-anak itu seperti semen basah, apa yang jatuh ke dalamnya akan tercetak selamanya”.

    Ya meskipun dalam hal ini, saya belum berkeluarga dan memiliki anak :D

    Like

    • Betul sekali, anak itu pandai meniru. Nah kalau kita getol berkelakuan nda baik..anak kita pasti mengikutinya.. semoga segera menikah dan punya anak ya mas 😃

      Like

  11. Jadi inget tentang petisi yang saya tandatangani beberapa hari lalu, tentang cuti hamil untuk ayah yang bertujuan untuk memberikan “tambahan kedekatan” dan semacam itulah.

    Nakalnya anak kan bisa karena orang tua juga : Kurangnya perhatian, atau orang tuanya pernah berbuat seperti itu dan dicontoh.

    Setuju dengan komentar Mbak Susi di atas, Nakal harus jadi kata terlarang untuk anak.

    Saya mulai membiasakan diri kesitu. Saat anak saya sedang “baik” kami mennebutnya “baik” , saat anak sedang “tidak baik” kami menyebutnya dengan “shaleh”.

    Semoga

    Like

  12. Aku juga kaget waktu lihat berita di Jepang itu. Serem ya? Kabarnya dulu memang seperti itu cara hukum anak nakal di sana.

    Nakal sebaiknya jadi forbidden word dan ortu tak seharusnya dengan mudal melabeli semacam itu. Tapi, lagi2 tergantung pola asuh, pendidikan, dan lingkungan si ayah galak itu. Tapi gila, ya, bentak dan jewer anak karena tumpahin air. Ckckck

    Like

    • Betul sekali Mba Susi saya setuju. Anak nakal itu jangan disematkan ke anak. Bukankah setiap ucapan adalah doa ya..semoga terus sabar dan diberikan kemudahan…

      Like

  13. Anak nantinya akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Jadi bila ingin nantinya anaknya tumbuh menjadi orang yang penyayang maka orangtua pun harus memberikan contohnya. Semoga terus menjadi ayah yang besabar ya

    Like

  14. Busyett itu orangtua jahat banget ninggalin anak di Hutan
    Aku setuju banget deh kalau kekerasan pada anak itu dimulai dari orangtua yang suka membentak dan memukul..
    Postingan Bagus, Mas

    Like

  15. Ah sukak, kak Adi.
    Kapan lalu aku liat beritanya di IG, dan sedih banget, kok tega, untung ayah ku ga gitu, beliau lembut banget dan selalu ngeluangin waktu buat ngajak mancing, main layangan, bola. hehe

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s