Asap, itulah masalah kita

Setiap benda yang dibakar, khususnya bahan organik tentunya mengeluarkan asap. “tiada asap kalau tak ada api”. Sejatinya munculnya asap pada setiap reaksi pembakaran merupakan hal yang normal namun apabila asap tersebut mengepul dalam jumlah yang tidak sedikit dan dalam waktu yang lama tentunya akan menjadi masalah untuk kita. Ada dua asap yang menjadi masalah menurut saya yaitu asap yang berasal dari kebakaran dan rokok.

Kebakaran Hutan dan Lahan

Beberapa tahun terakhir bangsa  Indonesia digemparkan dengan bencana asap. Kondisi yang paling memprihatinkan terjadi di tahun 2015. Kepulan asap hampir menutupi sebagian pulau Sumatera dan Kalimantan. Bencana ini termasuk ke dalam  bencana tahunan, karena hampir terjadi setiap tahun. Terus berulang. Segala macam upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi bencana asap ini telah dilakukan, akan tetapi dampaknya masih terus terasa oleh sebagian masyarakat kita, bahkan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand pun ikut menanggung bencana tersebut. Ikut merasakan betapa sesaknya pernafasan karena asap. Gangguan kesehatan yang ditimbulkan khususnya infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) telah dialami oleh warga kita yang lanjut usia hingga bayi yang baru lahir. Jumlah penderita ISPA semakin bertambah dan semakin parah kondisinya. Tercatat 19 orang meninggal dunia karena bencana kabut asap (BNPB) tahun lalu. Kita begitu prihatin dengan bencana tersebut. Menurut data dari Word Resources Institut (WRI 2015) menyatakan bahwa pada kebakaran lahan tersebut kadar karbon dioksida di beberapa wilayah telah melampaui pengeluaran karbon di Amerika Serikat. Biasanya Indonesia berada pada peringkat ke lima Amerika Serikat peringkat ke dua, namun saat itu Indonesia bisa menyalip posisi Amerika Serikat. Luar Biasa !!

Mengapa Api padam, Asap masih mengepul ?

Sebuah contoh kasus yang terjadi di Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan, asap tampak mengepul sejauh mata memandang, padahal tiada kobaran api yang muncul. Setelah dilakukan survei lapangan ternyata kepulan asap berasal dari sela-sela tanah  lunak berpori seluas jutaan hektar yang disebut dengan lahan GAMBUT. Sejumlah belasan orang petugas Manggala Agni Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup diturunkan untuk mengatasi kepulan asap tersebut. Memang terdapat sedikit perbedaan karakter tanah gambut yang ada di Sumatera dan Kalimantan dengan tanah yang biasa kita injak di Pulau Jawa.

A3FBAB66-7EB8-4226-9F80-97852C9658DA_cx0_cy5_cw0_mw1024_s_n_r1

Penanganan lahan gambut saat kebakaran lahan Sumber : BBC

Pertama, tanah di pulau Jawa terbentuk karena proses pelapukan vukanis, artinya gunung berapi memegang peranan penting dalam pembentukan tanah, sedangkan tanah gambut terbentuk dari biomassa serasah dan pohon yang bertumpuk-tumpuk membentuk lapisan tanah. Hal ini menyebabkan terdapat perbedaan tekstur diantara keduanya. Tanah gambut meninggalkan banyak sekali biomasa dan ruang pada setiap lapisan tanah sedangkan tanah vulkanis menyumbangkan lapisan batuan dan mineral pada setiap lapisan tanah. Kedua, kebakaran yang terjadi di lahan gambut sejatinya terjadi di dua bagian, yaitu lapisan atas lahan dengan bahan yang terbakar adalah kayu, ranting kering, dan serasah daun. Kebakaran juga terjadi pada lapisan di bawah permukaan lahan, sekitar 2/3 meter di bawah permukaan tanah terjadi pembakaran biomassa pada tanah gambut. Hal ini yang menyebabkan walaupun api di atas permukaan lahan sudah dipadamkan , apabila bagian bawah permukaan masih tetap terbakar asap akan tetap mengepul.

MineralVsGambut

Sumber : agroforestryworld.org

Mengapa mereka membakar lahan? Pembakaran lahan dilakukan sebagai persiapan lahan sebagian besar perkebunan kelapa sawit dan sebagian kecil petani setempat. Pembakaran lahan dilakukan karena paling mudah dan murah. Bila dihitung hitung secara ekonomi, pembakaran lahan memang dinilai lebih murah bila dibandingkan dengan metode Land Clearing lainnya. Biasanya pembakaran lahan dilakukan setiap penghujung musim kemarau, sehingga apabila musim hujan datang api dan asap hasil pembakaran dapat dipadamkan secara alami. Di tahun-tahun sebelumnya bencana asap ini berkurang kuantitasnya seiring dengan datangnya musim hujan. Akan tetapi curah hujan di tahun 2015 berkurang hampir di seluruh wilayah Indonesia karena pengaruh el Nino, sehingga waktu pemadaman asap membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

253023

Briev Be-200 Sumber :aeroplane.com

 

Indonesia kewalahan, sehingga tim pemadam kebakaran dari Malaysia, Singapura, Rusia, dan Australia turut membantu Indonesia memadamkan bencana asap. Yang paling menarik perhatian saya, pesawat Briev Be-200 sebagai pesawat amfibi sayap tinggi serbaguna turut diturunkan oleh Rusia. Pesawat tersebut memang dirancang dan digunakan untuk proses pemadaman kebakaran, pencarian dan penyelamatan, patroli maritim, kargo dan transportasi penumpang. Bahkan pesawat tersebut bisa mengangkut air sebanyak 12 ton air atau bom air.

smoke

sumber : wallpaper.com

Indonesia, Juara Merokok

Saya dikejutkan dengan hasil riset yang dilakukan oleh Atlas Tobbaco yang menyebutkan bahwa Indonesia menjadi peringkat pertama dalam hal jumlah perokok. Jumlah perokok di Indonesia mencapai 90 juta orang. Bahkan mereka menyebutkan dua dari 3 laki-laki adalah perokok. Setelah Indonesia, bertengger dengan manis Rusia, Cina, Thailand dan Vietnam.

Apakah Anda Senang dan Bangga atas capaian Indonesia dalam hal tersebut?

Kalau saya tidak. MALU. Anda pasti mengetahui bagaimana dahsyatnya bahaya merokok bagi kesehatan kita. Baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Apabila anda ingin mengetahui sebagian kecil dampak merokok bagi kesehatan, lihatlah pembungkus rokok. Di bungkus rokok dicantumkan gejala penyakit apa saja yang bisa diderita sebagai hasil menghisap rokok, bahkan sekarang sudah dilengkapi dengan gambar. Tapi mengapa orang masih senang merokok? KECANDUAN.

Dari sejumlah perokok Indonesia mari kita lihat peran generasi muda kita. Saya tekankan generasi muda, karena generasi ini yang akan menggantikan generasi sekarang memimpin tampuk perjuangan bangsa kita. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013) terjadi kecenderungan penigkatan pengkonsumsi rokok berusia 15 tahun ke atas hingga mencapai 36.3%.  Bahkan kondisi ini merata pada setiap provinsi di Indonesia. Bahkan yang paling mengejutlan adalah usia diatas 12 tahun dan dibawah 15 tahun tidak begitu jauh perbedaanya yaitu mencapai 20.3%. Saya sangat mengkhawatirkan kondisi ini, dimana semakin banyak generasi muda yang merokok maka jumlah perokok pun akan semakin bertambah pula.

Konsumsi rokok terus meningkat dengan semakin banyak iklan rokok yang dilihat oleh anak-anak kita. Terkadang saya heran juga, ko bisanya iklan rokok diikutsertakan dalam olah raga seperti sepak bola dan badminton. Padahal antara olah raga dan merokok terdapat perbedaan yang sangat jauh. Olah raga berdampak meyehatkan bagi tubuh, sebaliknya merokok adalah perusakan dari organ tubuh kita. Selebihnya yang paling penting adalah meniru orang-orang dewasa yang telah kecanduan rokok sebelumnya. Bukankah usia remaja adalah usia dengan karakteristik memiliki rasa dan kecenderungan mencontoh yang lebih tinggi? Jadi bisa dipastikan bila orang  dewasa yang berada di lingkungan anak-anak kita merokok, bisa menjadi magnet bagi anak-anak kita untuk merokok. Tidak semua orang tua peduli apakah anaknya merokok atau tidak.

smoking-kills-136389135150503901-140408111501

Jika ingin tahu dampak rokok lihatlah bungkus rokok Sumber : home.bt.com

Menurut hemat saya pemerintah seharusnya bergerak lebih serius lagi dalam menangani permasalahan ini. Kita tidak bisa membiarkan anak-anak kita terjerumus dan kecanduan merokok, mengingat bahaya yang ditimbulkannya. Iklan rokok di televisi pun sebaiknya dikurangi dengan menambah kawasan tanpa rokok, bahkan aturan tentang pembatasan merokok sebaiknya diperketat.

images

Sumber : who.org

Yang paling membuat saya terkejut adalah bahwa Indonesia ternyata belum meratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobbaco Control/ FCTC). FCTC merupakan produk hukum pertama yang telah dibahas dalam forum organisasi kesehatan dunia/WHO. FCTC berbasis data ilmiah yang menegaskan kembali hak semua orang untuk memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya. Pasal-pasal tersebut menegaskan pentingnya strategi pengurangan permintaan terhadap produk tembakau, artinya fokusnya diarahkan kepada mencegah orang untuk merokok, bukan mengobati kecanduan rokok. Apabila pemerintah sampai saat ini belum meratifikasi FCTC tersebut, padahal sudah hampir 180 negara telah meratifikasinya maka saya jadi ragu terhadap komitmen pemerintah dalam melindungi warga negaranya dari bahaya rokok. Pada akhirnya karena Indonesia belum meratifikasi FCTC tersebut maka dampaknya adalah Indonesia tidak memiliki payung hukum yang kuat dalam mengontrol produk tembakau baik yang masuk maupun keluar. Sangat disayangkan.

Jadi mau pilih asap yang mana?

Saya tidak memilih keduanya :)

Advertisements

63 responses to “Asap, itulah masalah kita

  1. Sedih banget bacanya.
    Saya juga kadang kesel sama yg udah jelas di tempat tsb banyak anak, tapi ada aja yg ngeroko. Seringkali nemu di ruangan ac tapi pura pura ga ngerti woles aja ngeroko. Terserah sih ya mau ngeroko atau engga, resiko tanggung sendiri, tapi ya tau tempat ama sikon

    Like

  2. dulu di kawasan thamrin sudirman pernah diberlakukan dilarnag merokok ketahuan kena denda, humm skrg?

    sedih bookm jd no.1 perokok terbesar 😓

    Like

  3. Proud buat daerah yang menjadi langganan kebakaran hutan.. dan emang simalakama ya disatu sisi sebagai jantung oksigen dunia, Indonesia dituntut untuk mampu menjadi salah satu produk go greeen dilain sisi masyarakat sekitar seolah-olah.. ah sudahlah

    Like

  4. Aduh…. rating kita tinggi banget ya… hiks….
    Ini bagian dari WNI yg aku sering pura2 tidak tahu agar tetap bisa berpikir positif. Tapi ini nyata…
    Apa tak ada upaya hukum bagi pembakar lahan?
    Soal rokok tuk iklan olah raga, sudah jadi perbincangan zaman aku kecil. Rokok jadi iklan utama PON. Duh. ….

    Like

  5. Duh…. rasanya seperti dicabik2 ketika membacanya. Ini bagian terburuk dari WNI yang ingin aku lupakan. Edukasi yang sangat kurang tentang bahaya asap kebakaran hutan dan rokok. … entah sampai kapan bisa diterima. 2 dari 3 laki2 adalah perokok? #ngeri…
    Pembakaran untuk lahan pertanian di Sumatera, saya tidak tahu teknisnya. Apakah tidak ada upaya hukum?

    Like

    • Iya anak kecil sudah kenal dengan rokok. Perokok aktif selalu bilang mereka sekarang sehat walau merokok. Mereka tak dasar dampak akumulasiny.sudah lewat jalur hukum sebagian besar lolos. Mba Susi masih ingat kasus hakim “Saprin”, itulah sedikit contoh penegakan hukum

      Like

  6. Saya tinggal di Pontianak kak. Masalah asap udah biasa. Paling parah tahun kemaren. Benar benat sesak nafas dan mata perih. Mudah2an kemarau tahun ini ngga kejadian lagi.
    Kesian anak anak

    Like

  7. Sedihnya :(

    Bahkan anak SD Sendiri sudah mulai merokok.
    Enaknya apa sih?
    Berhenti merokok emang kudu ada kemauan dr diri sendiri, yang jelas, berhenti merokok dengan cara mengurangi konsumsi rokok itu salah. Dan ga akan pernah benar2 berhenti. Kecuali kamu stop langsung tanpa rokok. Knp aku tahu? Hehee aku ada buktinya org yg ngerokok bahkan 1 slope bisa buat sehari, bisa berhenti dengan cara tidak konsumsi selama 3 bulan pertama.

    Hehehe

    Like

  8. merokok dan rokok, adalah suatu hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak muda jaman skrg

    Aku udah komentar panjang-panjang tadi, kok gak muncul di komentar. Itu gimana? -___-

    Like

  9. Untung saja saya tak ikut jadi perokok aktif, jadi tak ikut menambah jumlah perokok di indonesia.

    Ngomongin soal rokok di kalangan anak muda, sebenarnya itu semula berpangkal pada lingkungan dan gaya mereka berteman.
    Seolah ada anggapan salah, bahwa “Orang gaul pasti merokok, lelaki haruslah merokok, atau orang jantan/macho adalah orang yang merokok” sebenarnya itu adalah anggapan yg salah

    Tapi sayangnya mereka tak mau dijelaskan dan tak mau dinasehati

    Like

  10. Ng….ini membahas kebakaran di awal. Lalu ending nya masalah rokok.
    Ng….menurut aku agak kurang sinkron pertanyaan penutup nya.hehe
    Iya, media massa udh ngasih tau klau pemadaman itu harus smpai ke lapisan paling bawah dr lahan gambut tsb. Kalau cuma atas nya aja yg padam, yg bawah msh tetap akan mengepulkan asap.

    Like

  11. Saya sedih bacanya.

    Saya perokok. Tapi saya benci orang-orang yang merokok seenaknya.
    Saya merokok tapi hanya ditempat merokok. (+ saat naek motor sendiri)

    Betul, rokok adalah candu. Susah sekali berhenti (apa mungkin karena niatnya kurang). Seperti video game, apapun akibatnya, begitu sudah menyukai dan menikmatinya. Susah sekali berhenti.

    Sekarang saya sedang sapam program mengurangi, semula satu bungkus sehari. Skrg sudah bisa 1 bungkus 4 hari. Semoga bisa cepet berenti

    Like

  12. Balik lagi ke kesadaran masing2 sih ya. Aku benci asap rokok, dan mengganggu, tapi sayangnya perokok aktif itu banyak yg ga toleran sama orang2 di sekitarnya :(

    Like

  13. masalah asap tuh emang paling gak enak karena berkaitan langsung dengan pernapasan. Asap hutan sama asap rokok sama bahayanya.
    Semoga gak ada lagi asap hutan untuk tahun ini :(
    Kalo asap rokok itu lebih susah lagi buat diberhentiin. sedihhh :(

    Like

  14. Selama sponsor berbagai kegiatan masih mengandalkan perusahaan rokok, aku rasa sulit untuk lepas dari buaian rokok. Bahkan cabang olahraga pun mengandalkan ini. Padahal berkaitan dg kesehatan.

    Nasib petani tembakau (kebetulan daerahku) juga jadi taruhan saat kita berbicara tentang kebijakan rokok. Rasanya gatel pengen menemukan manfaat tembakau selain untuk rokok (yg kebutuhannya sebanyak atau lebih besar dr perusahaan rokok).

    Kalo sudah siap, buat kebijakan rokok minimal 100rb/bungkus seperti di Australia, Amerika, dll. Bahkan bungkus rokok pun mereka ga mencolok menarik mata dan hati.

    Pas ketik komen ini 3 dr 5 orang di depan saya sedang merokok di smoking room.

    Like

  15. Hmm, merokok udah kayak jadi budaya. Kalau tidak dimulai dari diri sendiri dan kerjasama yang kuat, yaa akan tetap jadi juara.

    Like

  16. Asap dan kebakaran hutan sudah menjadi problema yang setiap tahunnya menjadi pekerjaan rumah pemerintah pusat ataupun daerah. Semoga tidak ada lagi hutan yang dibakar sengaja ya.

    Like

  17. Rokok memang selalu jadi masalah utama di Indonesia, ya. Tapi dilema juga, mau dipangkas rokok di Indonesia, tapi pengaruh banget ke perekonomian Indonesia juga. Hmmm….

    Like

  18. Saya baru tahu kalau ternyata kkebakaran yang terjadi di lahan gambut itu tejadi dua kali.
    Sepertinya kita harus memerangi asap yah, tapi kita juga harus memerangi ssumber asap juga

    Like

  19. Iya sih. Kita malu lah seharusnya. Padahal kan di bungkus rokok ada tulisannya kalau merokok itu dapat mengakibatkan timbulnya beberapa penyakit yang cukup mengerikan. Terus, kenapa masih diabaikan? Kalau masalah “sepele” seperti ini saja diabaikan, lalu bagaimana dengan aturan2 lain? Jangan mencuri. Jangan berbohong. Jangan rakus. Ah, secara tidak sadar sebenarnya mental bangsa kita telah dirusak.

    Like

  20. aku bacanya kok sedih yaaaa.
    perokok di Indonesia memang aktif banget sih untuk menghentikannya ya dengan cara sadar akan diri sendiri. tapi untuk sadar itu yang susah. pasti ada dan butuh dorongan orang lain juga.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s