Positive Parenting

IMG_8398

Buku Positive Parenting yang ditulis oleh Muhammad Fauzil Adhim, penulis buku bestseller “ Membuat Anak Gila Membaca” yang diterbitkan oleh Pro-U Media. Saya memperoleh buku ini saat perhelatan Islamic Book Fair (IBF) 2015 dilaksanakan di Masjid Raya Bogor pada bulan Oktober lalu.  Dalam buku yang dikemas bahasa yang ringan dan mudah difahami ini penulis berusaha mengajak kita untuk mengubah pola pikir/mindset dalam mendidik buah hati kita. Buku ini memang diawali dengan kata perubahan, ya harus ada yang berubah dalam benak pikiran kita tentang anak dan pendidikan mereka. Penulis mengingatkan kita akan nasihat Ali bin Abi Thalib RA tentang anak-anak kita, tentang betapa mereka terlahir bukan untuk zaman kita melainkan mereka akan hidup untuk zaman mereka di masa yang akan datang. Yang perlu dibangun dari anak kita adalah visi kehidupan mereka di zaman mereka agar kuat tekadnya, hidup jiwanya bangkit semangat berbuat baik, dan terbentuk sikap mental yang unggul untuk mengambil peranan lebih di masa depan.

Hal yang menarik dari buku ini adalah penulis mulai meyakinkan kita akan pentingnya perpindahan dari brain concept ke wisdom concept, artinya kita takan pernah cukup jika hanya mencerdaskan otak anak-anak kita. Apalagi jika kita hanya memenuhi kepalanya dengan informasi yang tak berguna, tumpukan pengetahuan dan sumbangsih terbesar dari apa yang ada di kepa kita saat ini adalah stasiun televisi.

Pentingnya pendidikan anak kita adalah sebesar pengorbanan seorang ibu selama 9 bulan mengandung buah hati. Sudah berat beban bunda mengandung dari hari ke hari, diiringi dengan muntah-muntah di triwulan pertama, punggung sakit, kaki membengkak saat triwulan terakhir, ditambah saat proses kelahiran. Pengorbanan yang begitu besar harus kita tebus dengan pendidikan yang terbaik.

Penulis membagi buku tersebut ke dalam dua bagian yaitu dasar-dasar positif parenting dan perwujudan positive parenting.

Dasar-dasar positif parenting

Dasar-dasar positive parenting dibuka dengan sebuah lompatan sejarah ke belakang, isi Khutbah Rasulullah saat Haji Wada :

“sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian , sama mulianya dengan hari ini, negeri ini, pada bulan ini. Sesungguhnya kaum mukmin itu bersaudara. Tidak boleh ditumpahkan darahnya, Tuhan kalian satu. Bapak kalian semuanya adam, dan Adam diciptakan dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling takwa. Tidak ada kelebihan orang arab di atas orang bukan arab kecuali karena takwanya. Apakah aku menyampaikannya kepada kalian ?”

Pesan tersebut direfleksikan ke dalam kehidupan kita, menjadi dasar dalam pendidikan anak tentunya Insyallah pada zaman mereka kelak kemenangan dan kekuasaan atas dunia ini ada di tangan mereka, dunia berada di dalam genggamannya. Mereka berkuasa atasnya namun tidak tenggelam di dalamnya. Sementara akhirat ada di hati mereka. Apapun yang mereka kerjakan akhiratlah ujungnya.

Jika pesan tersebut masuk ke dalam ruangan-ruangan sekolah anak kita, di kelompok-kelompok bermain, sekolah dasar, hingga perguruan tinggi maka tentunya anak-anak kita akan memiliki jiwa yang besar, mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi, konsep diri yang baik, pikiran yang terbuka, dada yang lapang, dan harga diri yang kukuh.

Pesan tersebut tidak lain adalah untuk pendidikan anak-anak kita. Semuanya agar kelak meraka dapat meninggikan kalimat Allah SWT di muka bumi. Bukan meninggikan diri sendiri dengan menggunakan kalimat Allah. Sesungguhnya jika mereka meninggikan kalimat Allah di muka bumi, maka Allah akan meninggikan martabat mereka di hadapan umat manusia di seluruh dunia.

Perwujudan positive parenting

Mengapa kita harus membangun visi hidup anak-anak kita? Pertanyaan tersebut langsung terjawab dengan bagian awal perwujudan positive parenting. Agar mereka menjadi berkah bagi zamannya. Jangan sampai kita meninggalkan generasi masa depan yang suram, dan tak mampu berbuat apapun jangankan untuk seluruh umat manusia, bagi dirinya pun ia tak berdaya. Naudzubillah.

“ Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir keadaanya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar (QS. An Nisa 4:9).

Salah satu perwujudan positive parenting adalah pertama Semangati, jangan bebani. Penulis mengilustrasikannya dalam sebuah cerita yakni dikejar anjung dan mengejar anjing. Suatu saat ada seorang anak yang bernama Si A yang berlari dengan kencangnya, keringat bercucuran, nafas tersengal. Apa yang terjadi ternyata dia sedang dikejar-kejar oleh seekor anjing. Di tempat lain sebut saja Si B sedang berlari juga, bahkan tak kalah bercucuran keringat, nafas naik turun dengan cepat. Ternyata dia sedang mengejar-ngejar anjing. Apa yang membedakan anatara Si A dan Si B?

Bedanya Si A dikejar anjing dan Si B mengejar anjing. Si A karena dikejar anjing terpancar ketakutan yang luar biasa. Kita bisa bayangkan bahaya digigit anjing itu selain nggak suci dapat juga menyebarkan penyakit. Ia berlari dengan beban dan rasa takut. Hidupnya pasti tidak bahagia.

Kita tinggalkan si A dan melihat si B yang mengejar anjing. Kondisinya sama-sama berkeringat, capek, namun si B bahagia dengan apa yang ia lakukan. Bahkan ia akan tertawa dan berteriak kegirangan saat mengejar anjing. Itulah perbedaan antara membebani dan menyemangati. Apabila kita memotivasi anak-anak kita dengan pendidikan yang kita berikan saat ini maka ia akan menjalaninya dengan penuh kebahagian, suka cita. Walapun lelah ataupun capek tentunya. Berbeda dengan bila kita mendidiknya dengan penuh beban dan tanpa motivasi, niscaya hidupnya tidak bahagia. Ia akan sulit untuk mengambil hikmah dari setiap pendidikan yang kita berikan.

Bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri pada anak ? Mari kita simak ungkapan penulis dalam bukunya :

“ Seandainya anak yang baru lahir tidak memiliki keberanian untuk mencoba, niscaya tidak ada yang dapat mereka lakukan. Seandainya anak-anak kita takut menghadapi kegagalan niscaya mereka tidak bisa berjalan hingga kini. Sebab sekedar untuk berjalan saja, banyak sekali kesulitan yang mereka hadapi dan tak sedikit rasa sakit yang harus mereka tanggung. Anak-anak tak pernah putus asa. Anak-anak senantiasa bersemangat sampai orang tua memadamkannya dengan alasan kasih sayang.”

Bagian terpenting dari buku ini salah satunya adalah bagaimana kita mengenalkan anak kita kepada Allah SWT. Prosesnya tidak semudah yang dibayangkan, perlu tahapan agar Allah benar-benar masuk kedalam jiwanya. Setidaknya ada tiga hal yang perlu kita berikan kepada anak kita saat mereka mulai bisa kita ajak bicara. Pertama memperkenalkan Allah kepada anak melalui sifat Nya yang pertama yaitu Al Khaliq (Maha Pencipta). Kita tumbuhkan kesadaran dan kepekaan pada mereka, bahwa segala sesuatu yang ada di sekeliling mereka adalah ciptaannya. Kedua kita ajak anak kita untuk mengenali diri sendiri dan menyukuri atas apa yang melekat pada dirinya. Ketiga, memberikan sentuhan kepada anak tentang sifat kedua pertama kali diperkenalkan Allah kepada kita, yaitu Al Karim. Dalam dua sifat ini berhimpun dua keagungan yakni kemuliaan dan pengharapan kepada Allah SWT.

Oh iya tentang menulis dan membaca pun disinggung dalam buku ini. Karena dengan keterampilan membaca dan menulis yang terasah kita berharap mereka akan menjadi orang-orang yang berilmu dan antusias mengembangkin diri dan meningkatkan kapasitas ilmunya. Bila kita perhatikan negara-negara maju ternyata memiliki indeks membaca yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara berkembang atau bahkan negara miskin. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan membaca memberikan pengaruh yang cukup besar dalam memajukan bangsa dan negaranya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s