Wonderful Family

Buku ini ditulis oleh Cahyadi Takariawan, saya memperoleh buku ini saat menikah beberapa tahun yang lalu. Seseorang menghadiahkan buku ini kepada kami sebagai kado pernikahan. Dilihat dari covernya buku ini sangat menarik, cerah menyejukan namun terlihat kontras di beberapa bagian. Berbeda dengan buku lain yang biasanya dibuat potrait (tegak) buku ini dicetak dengan gaya lanscape (menyamping). Buku ini memang cocok diberikan sebagai hadiah pernikahan, karena isinya memberikan manfaat yang luar biasa bagi pasangan baru ataupun yang telah lama menikah. Buku ini terdiri dari 12 bagian yang disusun dengan alur setiap bagian dibiarkan mengalir. Gaya bahasanya pun tidak terlalu rumit, sehingga mampu difahami oleh setiap orang dari kalangan manapun.

S__8667140

Dalam buku ini Wonderful family sebenarnya merupakan kondisi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah sehingga di dalamnya dipenuhi oleh keindahan, kebahagiaan, keharmonisan serta kemuliaan. Wonderful family adalah keluarga yang berdiri diatas nilai-nilai kebaikan dan dipenuhi oleh nilai-nilai keberkahan serta memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Digambarkan dalam buku ini, bahwa berkeluarga bukanlah seperti orang yang memakai sepatu, asal sepasang, yang penting nyaman dan boleh berganti-ganti sesuai dengan kondisi kita. Saat olah raga kita memakai sepatu olah raga, pergi ke kantor kita gunakan sepatu kulit yang mengkilap. Ketika bosan dengn model sepatu tertentu, ia akan membuang sepatu lama karena dianggap sudah kuno. Ia pun tak ragu mengganti dengan sepatu baru karena modelnya lebih up to date. Pernikahan bukanlah seperti orang mengenakan sepatu. Pernikahan adalah ibadah, karena aktivitas ini diatur oleh wahyu ilahi serta dicatat pelaksanaanya oleh negara.

Motivasi sangat penting dalam kehidupan keluarga. Dalam buku ini juga dibahas motivasi keluarga untuk menghindarkan dari perselingkuhan, penyimpangan, kerusakan, dan kehancuran. Pertama menghindarkan dari perasaan kebosanan, menghindarkan dari keinginan mencari pelarian, menghindarkan dari ketergodaan, menghindarkan dari kekecewaan berlebihan.

Visi merupakan ungkapan yang menyatakan cita-cita atau impian yang ingin dicapai di masa depan. Keluarga yang memiliki visi memiliki arah yang pasti, kemana keluarga diarahkan, menjadi pemandu perjalanan dalam kehidupan. Dan dalam kehidupan keluarga visi harus dimengerti oleh setiap angota keluarga sehingga setiap anggota keluarga memiliki visi yang sama dalam meraih ujuan bersama.

bagian lain yang menarik adalah mari kita kenali pasangan kia masing-masing. Setiap orang berkembang sesuai dengan perkembangannya masing-masing. Istri dan suami kita yang kita kenal dulu tentunya berbeda dengan istri dan suami kita hari ini. Telah berkembang, telah berubah tidak akan sama. Kalau kita sudah merasa telah mengenal pasangan kita dulu maka saat ini kita akan begitu terkejut dengan pasangan kita saat ini. Coba perhatikan foto kita beberapa tahun yang lalu, seperti apa wajah kita ?sangat berubah dengan kita yang sekarang.

Sebelum melaksanakan pernikahan setiap laki-laki dan perempuan pasti memiliki gambaran yang ideal mengenai sosok pasangan hidup yang diinginkan. Namun begitu mulai menapaki kehidupan dalam rumah tangga, berbagai gambaran ideal itu tidak mesti didapatkan keseluruhannya. Ini karena tidak ada manusia yang sempurna, semua memiliki kekurangan dan kelemahan.

Nabi Muhammad SAW memberikan contoh melayani keluarganya, membersihkan pakaiannya, memerah susu kambing, dan melayani kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu cobalah berbagi dari seluruh aktivitas rutin dalam kehidupan keluarga mana yang menjadi tanggungjawab istri, suami, dan anak-anak. Pembagian peran ini sangat penting supaya tidak ada satu pihak pun yang merasa terbebani sendirian oleh tugas praktis kerumahtanggaan.

Otak laki-laki tersusun dalam bentuk “jalur tunggal”. Rata-rata kaum laki-laki hanya bisa memusatkan perhatian pada satu hal pada suatu saat. Jika seorang perempuan mengajak berbicara laki-laki yang tengah menyetir mobil di jalan melingkar jalan keluar akan terlewatkan olehnya dan laki-laki ini akan menyalahkan perempuan karena berbicara.

Ketika istri menangis sesungguhnya ia sedang mengekspresikan perasaan dan mencurahkan keinginan yang terpendam. Ia mengungkapkan sesuatu namun tidak mampu untuk dilukiskan dengan kata-kata. Mungkin perasaan sangat bahagia mungkin perasaan terluka mungkin perasaan sangat kagum atau mungkin perasaan sangat benci. Air mata bisa lebih mewakili perasaan perempuan dibandingkan dengan kata-kata. Ada sangat banyak keterbatasan kata untuk mewakili suasana hati.

Tidak ada yang bisa menggantikan pelukan hangat antara suami dengan istri. teknologi tidak akan mampu menggantikan perasaan nyaman yang muncul akibat pelukan mesra. Tidak bisa dan tak akan bisa. Pelukan suami kepada istri dan sebaliknya tidak akan dapat digantikan oleh siapapun dan oleh apapun. Benar-benar spesial dan tidak tergantikan oleh kecanggihan teknologi. Bagaimana itu bisa terjadi ? saat berpelukan tubuh melepaskan hormon Oxytosin yang berkaitan dengan rasa damai dan cinta. Hormon ini membuat jantung dan pikiran menjadi lebih tenang dan sehat. Selain itu sentuhan saat berpelukan membuat neurotransmitter di otak akan mengirimkan hormon endomorfin ke aliran darah dengan jumlah yang cukup besar. hormon tersebut mampu menurunkan ketegangan saraf dan tekanan darah. Itulah sebabnya pelukan diyakini dapat meningkatkan angka harapan hidup pasangan kita. Setiap kali kita memeluk pasangan dengan penuh ketulusan dan kasih sayang maka bertambah sehat dan bahagia.

Setiap menghadapi permasalahan dalam keluarga dan rumah tangga sikap yang kurang produktif adalah apabila kedua belah pihak (Suami dan Istri) tidak ada yang mau mengalah. Keduanya mengajukan pembelaan dan alasan-alasan pembenaran diri dengan melemparkan kesalahan kepada pasangannya. ujung-ujungnya nanti pertengkaran tidak dapat dihindarkan.

Dalam menghadapi konflik buku ini memberikan solusi baik sebelum, saat konfik itu terjadi, maupun setelah konflik. pertama sebelum terjadi konflik hendaknya setiap pasangan membangun kesepakatan bersama, menguatkan motivasi bahwa berumah tangga adalah ibadah, menguatkan visi keluarga, dan melatih keterampilan berkomunikasi. Kedua, saat terjadi konflik sebaiknya kedua belah pihak meredam emosi dan kemarahan, kembalikan kepada visi dan motivasi dalam berumahtangga, jangan berfikir siapa salah siapa benar, selesaikan hanya oleh kedua pasangan, dan yang paling penting jangan pernah menampakan konflik di depan anak-anak. Ketiga setelah konflik sebaiknya setiap pasangan melupakan konflik, meminta maaf kepada pasangan, fokus kepada sisi kebaikan pasangan, berfikir positif dan jangan menceritakan konflik kepada orang lain.

“Keluarga adalah perhiasan yang paling berharga. nikmati keindahannya setiap waktu. Buku ini mengajak anda merasakan cinta dan kebahagiaan yang sempurna dalam keluarga. Jangan lewatkan setiap bagian indah yang selalu bisa anda dapatkan bersama keluarga”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s