Iringi proses kehidupanmu dengan selalu bersyukur

Kita ditantang untuk bekerja tanpa mengenal lelah agar dapat meraih keunggulan dalam pekerjaan kita. Tak semua orang terpanggil untuk menekuni pekerjaan profesional atau spesialisasi; bahkan lebih sedikit lagi yang naik ke tingkat kejeniusan dalam seni dan ilmu; banyak yang menjadi pekerja di pabrik,ladang, dan jalanan. Tapi, tak ada pekerjaan yang tak berarti. Semua pekerjaan yang mengangkat kemanusiaan itu memiliki martabat dan kepentingan, dan harus dilaksanakan dengan keunggulan yang sungguh-sungguh. Kalau seseorang menjadi penyapu jalan, ia semestinya menyapu seperti Michaelangelo melukis atau Beethoven menggubah musik, atau Shakespeare menulis syair. Ia semestinya menyapu jalan begitu baik sehingga semua penghuni langit dan bumi sejenak berhenti untuk berkata, ” Di sini hidup seorang penyapu jalan yang hebat, yang melakukan pekerjaannya dengan baik. ” Begitu juga sebagai karyawan atau petambak, jika kita jalani dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan, niscaya keberhasilan pun akan semakin mendekat, kebahagiaan pun tidak akan jauh.

Dimana ada kehidupan, disitu pasti ada permasalahan. Namun, tahukah Kita bahwa di balik setiap masalah terkandung suatu peluang emas dan kesempatan yang besar untuk maju, tergantung bagaimana kita menyikapi, dan bagaimana kita mensyukurinya. Memang terkadang rasa ketidakpuasan, dan besarnya keinginan bisa menjadi motivasi untuk selalu mendapatkan yang lebih, namun ketidakpuasan atau keinginan yang berlebihpun bisa menjadi jurang penghancur perjalanan hidup kita. Sering kita mengeluh, dengan yang kita dapatkan atau apa yang kita capai, dan hal itulah yang menjauhkan kita dari rasa bersyukur.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang.
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ”Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi Ada cerita menarik dari seorang rekan yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga ia berhenti mengeluh dan mulai bersyukur. Ingatlah Allah menciptakan segala Sesuatu berdasarkan manfaat dan ibrahnya. Jangan pernah berhenti dan menyerah menghadapi proses kehidupan demi kebahagiaan dan kesuksesan dunia akhirat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s