ayah dan bunda, STOP merokok

Bagi ayah bunda yang sibuk bekerja, hari minggu adalah hari yang tepat untuk berolah raga. Bisa kita lihat di beberapa tempat seperti lapangan dan taman-taman banyak dijumpai masyarakat yang dengan sengaja meluangkan waktunya untuk berolah raga pagi. Ada sebagian yang memanfaatkan untuk berjalan santai, atau membawa alat olah raga dari rumah seperti raket atau skipping rope. Ada beberapa orang membawa anak balita dan bermain di taman, ada beberapa balita yang sedang belajar berjalan. Sungguh lucu dan imut.

Di sudut pandang yang lain ada hal yang cukup mengganggu kami, yakni seorang perokok. Selain merokok di tempat umum, perokok itu juga menggendong balita. Sungguh terlalu. Ironis memang, selain melanggar peraturan daerah yang melarang siapapun perokok untuk merokok di depan umum. Jangankan perda, Undang-undang no 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang menyatakan bahwa dilarang merokok pada, Fasilitas pelayanan kesehatan, Tempat proses belajar mengajar,Tempat anak bermain, Tempat ibadah, Angkutan umum, dan Tempat kerja. Selain itu perokok  tersebut juga membiarkan anak balita secara sengaja menghisap asap rokoknya alias perokok pasif. Sungguh terlalu!!!

Bahaya yang dapat ditimbulkan dari kegiatan merokok adalah pertama, paru-paru anak yang masih sehat, kuat dan masih akan terus berkembang tersebut dipaksa menghisap zat-zat berbahaya. Ayah bunda sekalian tentu sudah mengetahui saat sebatang rokok dibakar terdapat banyak sekali senyawa kimia berbahaya  yang dihasilkan. Bahkan pemerintah Amerika Serikat melalui departemen kesehatannya merilis sebanyak 599 zat aditif berbahaya yang ditemukan pada pembakaran rokok.

partsofcigaretteKedua, apabila kebiasaan orang tua tersebut berlanjut hingga si anak tumbuh dewasa akan menyebabkan si anak termotivasi untuk merokok, karena dicontohkan oleh kedua. Bukankah di saat usia dan fase perkembangan tertentu si anak secara alami meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Jadi tak heran bila kita melihat banyak sekali anak-anak yang sudah jatuh ke dalam kebiasaan merokok sejak mereka masih anak-anak. Coba kita cari di mensin pencari/google, dengan sangat mudah kita menemukan anak-anak yang sudah terbiasa merokok. bisa jadi mereka terbiasa merokok karena pengaruh lingkungan yang cukup besar, lingkungan perokok!!!

Presentation1Perokok pemula di Indonesia secara statistik sangat mengkhawatirkan, dari Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2010 menyebutkan perokok usia di bawah lima tahun (balita) ditemukan hampir di seluruh Indonesia. Survei Sosial Ekonomi Nasional juga menunjukan bahwa  70 persen perokok di Indonesia mulai merokok sebelum usia 19 tahun. Masih dengan data yang mengejutkan pengaruh iklan rokok yang sangat masif di media masa menurut kajian iklan rokok di televisi tahun 2012 menemukan iklan rokok memengaruhi persepsi remaja tentang rokok dan perilaku merokok. Di Indonesia 92 persen remaja putri pernah melihat iklan rokok, dan memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk merokok dibanding mereka yang kurang paparan pesan rokok (www.antara.com, Kemenkes 2014).

Begitu masifnya perkembangan rokok di tanah air mengharuskan kita selaku orang tua bersiap siaga, memberikan edukasi yang baik akan bahayanya merokok bagi kesehatan. Toh kalau kita ingin mengetahui dampak negatif dari merokok, di dalam bungkus rokok  sudah jelas dampak negatifnya bahkan disediakan gambar yang sangat jelas.

Kita harus mengadakan pendekatan dan mengajak anak kita dari hati ke hati sehingga timbul kesadaran untuk tidak merokok. Berikan penjelasan yang komprehensif dan ilmiah tentang bahaya merokok khususnya bagi kesehatan. Sikap dan teladan dari orang tua sangat penting, sehingga bagi orang tua yang masih memiliki kebiasaan merokok sebaiknya menghentikan kebiasaannya sebelum memberikan larangan merokok kepada anak kita. Selain itu kesibukan anak-anak dengan kegiatan yang bermanfaat akan mengurangi timbulnya niatan untuk merokok. Yang paling penting adalah kontrol pergaulan anak kita  di luar, karena kegiatan merokok pada anak-anak biasanya dipicu oleh lingkungan dan pergaulan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s