Anak Didiku Bukanlah Kerbau, Mereka Adalah Singa Kehidupan

Ulangan harian matematika untuk deret dan barisan untuk beberapa kelas telah dilaksanakan. Karena soal yang digunakan adalah level 3 alias model soal latihan jadi saya hanya pasang waktu sekitar 30 sampai dengan 40 menit dan langsung saya koreksi. Tercatat ada 5 kelas yang melaksanakan ulangan harian.

Lemas rasanya melihat hasil yang diperoleh anak didik saya. Hanya sekitar 20% yang bisa menyerap apa yang saya ajarkan. Akhirnya remedial pun tak dapat dihindarkan. Sejenak saya berfikir apa yang sebenarnya salah sehingga mereka tak mampu mengerjakan soal-soal yang saya berikan. Apakah mereka siswa-siswa yang bodoh?

Sejenak saya merenung dan mengevaluasi hasil dan setelah saya perhatikan ada beberapa anak yang antusias dalam belajar  memiliki nilai yang baik. walaupun di tengah perbincangan  guru-guru mereka adalah siswa yang nakal, tak tahu aturan dan memiliki tingkah yang menyebalkan toh ternyata pada pelajaran matematika di kelas yang saya ajar dia semangat, penuh antusias bertanya tentang apa yang belum mereka pelajari. Dan buktinya mereka berhasil mendapatkan nilai yang lumayan bagus.

Anak didik saya tidak bodoh !!!!! mereka luar biasa kalau mereka mau belajar, memiliki semangat dan antusias yang tinggi.Jadi tambah semangat untuk membuat anak didik saya lebih semangat dan antusias dalam belajar. Mereka singa-singa yang seolah terlelap tidur karena kemalasannya. Tugas kita adalah membangunkan singa-singa tersebut dan menyadarkan mereka bahwa mereka adalah raja hutan yang gagah perkasa kuat dan penguasa di tengah hutan belantara.

Kadang kita merasa bahwa guru adalah seseorang yang pintar segala-galanya dan tanpa cela. Sehingga kita kadang mengunderestimate  anak-anak yang kurang memiliki kemampuan dalam menyerap apa yang kita ajarkan. Kalau kita meliht ke belakag guru juga manusia tentunya memiliki masa lalu, pernah menjadi murid yang pernah mengalami masa kelam “mendpatkan nilai yang kurang baik”.Jadi mengapa kita tidak instrospeksi pada diri kita sendiri.

Anak didik kita yang memiliki nilai yang kurang baik mungkin saat ini mereka masih belum bisa menyerap apa yang kita ajarkan kepada mereka, atau mungkin metode pembelajaran yang kita terapkan kepada mereka belum pas sehingga mereka belum memahami sepenuhnya dengan apa yang kita ajarkan. Ini menjadi tantangan kita sebagai guru untuk terus berusaha da berdoa tentunya, mudah-mudahan kita bisa menjalankan amanah yang diberikan..mendidik manusia.

Guru bukanlah malaikat, anak didik kita bukanlah kerbau…. mereka adalah singa-singa yang terlelap. Bangunkan mereka, buat mereka mengaum sekeras-kerasnya di hutan belantara kehidupan.

Salam SuksesBelajar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s