Senandung di pagi hari

Setiap pagi, sebelum berangkat kuliah saya selalu disuguhi dengan musical instrument khas nyanyian bocah berusia tiga tahun tetangga sebelah. Liriknya tidak jauh-jauh dari mama….ha…..mamama..ha…mama. Kalau mau menghitung durasi music pagi itu sekitar 15 sampai dengan 20 menit. Sebenarnya apa yang terjadi ?

Selidik punya selidik anak tersebut tidak sedang menyanyi namun menangis setiap pagi karena ketika bangun tidur ia tidak mendapati ibunya yang sudah berangkat bekerja. Mungkin si anak inginnya setiap bangun  tidur melihat bundanya tersebyum menyambutnya bangun sambil berkata.. selamat pagi saying. Namun hal itu tidak ia dapatkan..ang ia temui saat membuka mata adalah bibi pengasuh yang setia mengasuhnya setiap hari dalam suka dan duka.hehe

Fenomina ini terjadi konon katanya di saat kebutuhan ekonomi semakin tinggi, sehingga penghasilan dari suami sudah tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan keluarga, harga meroket karena inflasi, kenaikan harga BBM, resiko pendidikan anak-anak dan seribu alasan lainnya. Atau karena zaman sekarang adalah zamannya emansipasi wanita, antara laki-laki dengan perempuan setara, tidak boleh saah satu gender merendahkan gender lainnya. Kalau laki-laki (suami) bekerja dan meraih jenjang karir yang tinggi maka perempuan pun (istri) harus setara dengan laki-laki meraih mimpinya meraih gelar yang tak kalah tingginya. Jadi ketika seorang suami bekerja dengan semangatnya, berangkat sebelum subuh (anaknya masih tidur) dan datang larut malam (setelah anaknya tertidur pulas), perempuan pun tak mau kalah dengan habbit/kebiasaan sang suami. Akhirnya sang anak dititipkan pada pembantu rumah tangga. Dan saya kira hal itu tidak terjadi bukan hanya pada tetangga saya, masih banyak tetangga-tetangga yang lain yang rutinitas kehidupan sehari-harinya tidak memungkinkan untuk berinteraksi secara langsung dengan buah hati mereka.

Apakah itu salah?

apakah salah seorang anak yang setiap pagi menangis karena ingin sekali dikala bangun tidur yang pertama ia lihat adalah senyum manis bundanya?

Wallahu’alam

Hidup adalah sebuah pilihan.

Salam SuksesBelajar

Salam BundaCeria

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s