SENYUM

Sahabatku mengapa kutulis tentang SENYUM malam ini, karena baru saja kumendapatkan sepucuk senyuman manis dari ibu tua penjual pepaya. Adakah yang spesial?? apakah karena ibu itu cantik ??? mungkin saja, namun senyum ini berbeda dengan senyuman yang pernah ada di hari ini. Di saat manusia mengalami era stress dengan ciri-ciri gampang marah, penuh curiga (suudzan), masing masing (individualis) semuanya bersifat materi dunia belaka.

maka tak heran bila di zaman sekarang ini senyuman tulus pun jadi langka. Memang beragam senyum itu, ada senyum politik, senyum komersial, senyum godaan ddan sebagainya. Sangat berbeda dengan senyumnya seorang mukmin karena senyuman yang timbul  berangkat dari hati yg tulus, salam, bahagia, cinta karena Allah doa dan takwa, senyumannya akan sangat terasa “allughoh adzdzauqoh” bahasa rasa, & wajah itu  adalah bahasa hati.

Betapa senangnya bila semua orang bisa dan biasa tersenyum pada siapapun hatta pada yang berbeda keyakinan sampai pada yangg cuek sekalipun, karena senyum bukan mengharap balasan pujian & balasan senyuman, tetapi senyumku krn “I’M MUSLIM” (QS 3 :64).

Insyallah sahabatku yang membaca tulisanku ini pun bisa merasakan senyum tulusku :) . Mari tersenyum, karena senyuman adalah sedekah yang paling mudah.

Salam SuksesBelajar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s