JUJURLAH ANAK DIDIKU, Karena itu bernilai kebaikan

Ulangan tengah semester telah dilaksanakan secara serentak beberapa minggu lalu. alhamdulillah tidak ada halangan dan hambatan dalam pelaksanaannya. Nilai pun telah saya periksa satu persatu ada kelas yang memiliki rata-rata yang baik ada pula yang belum menunjukan hasil yang maksimal. Saya menilai ini adalah sesuatu hal yang normal dan wajar artinya siswa menyerap mata pelajaran dengan respon yang berbeda. Ada anak yang memiliki kemampuan yang lebih sehingga dia cepat dalam memahami pelajaran adapula anak didik yang lambat dalam memahami mata pelajaran yang kita ajarkan. Sekali lagi saya katakan itu adalah hal yang normal atau wajar.

Keterkejutan saya muncul ketika saya mendapatkan kelas yang memiliki nilai rata-rata yang baik. Kenapa saya harus terkejut ??? Bukan bermaksud menganggap kelas tersebut jelek namun penyebaran nilai yang ada saya rasakan kurang merata dan tidak sesuai dengan proporsinya jauh dengan kelas-kelas yang lain. Saya adalah tipe seorang guru yang suka bergerilia. Bukan berperang, namun bergerilia memperhatikan satu persatu kemampuan anak didik. Bahkan dalam suatu kesempatan saya melakukan ulangan harian yang sedikit berbada dengan guru lain. Saya memanggil beberapa orang siswa satu persatu kemudian saya berikan soal. Siswa tersebut saya suruh mengerjakan soal saat itu juga sehingga saya tahu perkembangan kemampuan anak didik saya.

Awalnya saya sangat senang melihat daftar nilai tersebut. Saya fikir metode yang saya terapkan kepada kelas mereka cukup berhasil. Setelah itu saya coba tunjukan kepada guru yang lain. Dengan tegas guru tersebut berkomentar dengan nada negatif. “wah pak adi kalau nilainya seperti itu mah tandanya anak-anak tersebut nyontek pak” Ujarnya. Saya serasa disambar petir di siang bolong.  Lemas rasanya. Dalam hati saya terus meyakinkan diri. Saya harus objektif. Beberapa hari kemudian saya memanggil beberapa anak dan menanyakan kepada mereka berkaitan dengan kecurangan yang dilakukan saat ulangan tengah semester tersebut. Saya ingin mengetahui dari kedua belah pihak tidak hanya dari pihak guru agar prasangka yang selama ini terbagun tidak menjadi-jadi. Ada beberapa anak yang dengan jujur menyatakan memang terjadi kecurangan di kelas tersebut.

Sebagai seorang pendidik saya hanya bisa berkata : Anak didiku sesungguhnya tujuan pendidikan adalah mendidik kalian menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya. Mendidik lahir dan bathin kalian. Bukan hanya menjadikan kalian pintar dan cerdas namun lebih menjadikan kalian manusia yang bermoral adalah tujuan yang lebih mulia.

Kesuksesanmu untuk hari esok bukanlah karena nilai matematikamu yang 100, namun sikapmu yang selalu ingin belajar dan selalu berusaha menjadi anak didik yang baik. semoga mereka bisa mengerti

“Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur. Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”

Selalu Berusaha Jujur dalam setiap kesempatan

Salam SuksesBelajar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s