Menabung Emas, Tidak Mesti Kaya #Think Dinar!

Banyak yang mengira untuk memulai menabung emas kita harus kaya dulu, harus mapan dan harus berpenghasilan besar. Pendapat ini jelas menyesatkan.
Justru menabung emas akan membuat orang yang penghasilannya minim atau biasa-biasa akan sejahtera di masa depan. Sebaliknya jika tidak mulai menabung Dinar emas mungkin nasibnya tidak akan berubah selamanya. Karena itu menabunglah emas dari sekarang, rintislah rencana keuangan investasi emas mulai hari ini, jangan ditunda-tunda. Tentu saja muncul pertanyaan. Bagaimana mungkin membeli emas jika penghasilan pas-pasan? Kuncinya; disiplin, berpikir jangka panjang dan selektif atas biaya konsumtif.

Sebuah lompatan selalu diawali dari langkah-langkah kecil. Memiliki emas dengan jumlah berapapun, dengan dana yang kita punyai saat ini adalah cara terbaik mengawali tabungan emas kita, baik berupa emas batangan maupun Dinar. Investasi emas adalah model investasi paling mudah. Dengan dana sekitar Rp 400.000 pada tahun 2010, kita sudah bisa memiliki 1 gram emas, tinggal mendatangi toko-toko emas atau agen dan distributor emas batangan. Bagaimana jika uang Rp 400.000 juga tidak ada.
Ya harus mendisiplinkan diri untuk menyisihkan penghasilan. Misalnya menyisihkan Rp 50.000 setiap ada uang lebih lalu jika terkumpul Rp 400.000 segera beli emas. Percayalah jika tidak segera dibelikan emas, uang kita akan cepat habis. Ada saja godaan untuk memakai uang kontan yang ada di tangan atau uang yang mudah ditarik di ATM.

Endy J. Kurniawan

Additional
by Isa Alamsyah

Jika kita menabung dalam bentuk cash atau ATM, melihat tas bagus bawaannya mau pakai, pulsa habis langsung pakai, lihat baju bagus langsung pakai, lihat restoran enak mau makan di sana. Tapi kalau aset kita tersimpan di rumah, anggap saja penabung emas pemula, punya tabungan berbentuk emas emas 1 gram, maka tidak mudah memakainya. Ketika lihat tas bagus kita berpikir harus pulang dulu, ambil emas, jual emas lalu beli tas. Memikirkannya saja kita sudah malas. Jika kita melihat restoran enak, dan mau makan di sana, maka kita berpikir harus pulang dulu, ambil emas, jual emas lalu makan di restoran tersebut. Memikirkannya saja hilang selera makan kita.

Jadi menabung emas membuat kita lebih tidak konsumtif. Ingat, bukan tunggu kaya baru menabung emas, tapi kalau mau kaya ya mulai menabung emas. Kaya hati, kaya harta, kenapa tidak?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s