ADA DAN TIADA

Saya memiliki sebuah souvenir bergambar bayi dengan tulisan:

“Some people make the world more special only by being in it”

-sebagian orang (bayi) membuat dunia menjadi lebih istimewa hanya dengan berada di sana. Apakah Anda pernah juga melihat atau membacanya?

Ya, kehadiran bayi membuat dunia menjadi lebih indah, sekalipun bayi belum melakukan apa-apa, mereka membuat ayah bundanya bahagia. Kakek neneknya bahagia, om tantenya bahagia. Melihatnya saja kita sudah bahagia, mendengar kehadirannya saja keluarga besar sudah ceria.

Sadarkah Anda, sebagian besar kita mempunyai kekuatan sebesar itu ketika bayi. Bayangkan saja, kita belum bisa bicara, sudah bisa membuat orang tertawa. Kita belum bisa berkarya sudah membuat orang bahagia. Itu membuktikan bahwa kita sejak kecilpun, bahkan sebelum bisa melakukan apa-apa, sudah mempunyai kemampuan untuk membahagiakan orang lain, membuat dunia lebih ceria. Logikanya, setelah ditambah kemampuan maka harusnya lebih mampu membahagiakan orang bukan?
Lebih mampu membuat dunia lebih ceria bukan?

Lalu bagaimana dengan keadaan sekarang?
Apakah setelah kita bisa berbicara kita membahagiakan lebih banyak orang atau justru sebaliknya?
Apakah setelah kita berkarya kita memberi manfaat lebih banyak bagi orang lain?

Manusia dan keberadaannya terbagi atas 3 bagian utama;
Kelompok pertama (positif): Ketika ada memberi pengaruh baik, ketika tidak ada dinanti dan dirindukan keberadaannya. Kelompok kedua (Netral): Ada atau tidak ada sama saja. Kelompok Ketiga (Negatif): Ketika ada memberi pengaruh buruk, ketika tidak ada membuat orang bahagia.

Di posisi manakah Anda?
Dalam profesi apapun, dalam keadaan apapun, penempatan kelompok ini berlaku. Sekalipun kadang ada orang yang dikeluarga masuk kategori kelompok pertama tapi di pergaulan masuk kelompok kedua atau sebaliknya, dsb.

Ada pegawai yang kalau dia tidak ada kantor jadi semrawut. Segala hal beres  kalau dia datang. Segala yang tidak beres selalau dia kerjakan agar jadi beres. Orang seperti ini kalau konsisten akan bermanfaat di mana saja.

Tapi ada pegawai yang datang selalu terlambat dan sering minta izin tidak masuk karena berbagai alasan. Apa yang terjadi? Pegawai ini memposisikan dirinya menjadi kelomkpok kedua. Ada atau tidak ada sama saja.Akhirnya perusahaan terbiasa dengan ketidakberadaan pegawai tersebut dan akibatnya karena dianggap tidak berguna ia dipecat.

Yang lebih parah ada pegawai yang kerjanya tidak jelas, tapi selalu menghasut pegawai lain atau menciptakan suasana kerja jadi tidak nyaman. Yang begini enaknya diapain ya? Terserah.

Ada anak yang selalu membuat orang tua bahagia. Kalau ayah pulang kecapean, bertemu anak ini jadi ceria, ayah ibunya bertengkar kalau ada anak ini jadi damai. Tapi ada juga anak yang kalau di rumah selalu bikin rusuh dan bikin pusing orang tua. Terhadap anak ini ada orang tua yang frustasi dan memilih untuk mengirim anak tersebut ke asrama.

Ada manajer yang kalau dia datang urusan pekerjaan malah jadi rumit, padahal kalau dia tidak datang semuanya baik-baik saja. Ada orang yang kalau dia ada, lingkungan di sekitar jadi tidak nyaman, terancam dan terintimidasi. Jelas ini adalah jenis orang ketiga. Contoh paling vulgar adalah penjara. Penjara adalah tempat paling ekstrem untuk kelompok ketiga.

Coba tanya pada diri Anda, masuk ke dalam kelompok manakah Anda.
Di keluarga?
Di kantor?
Di lingkungan tetangga?

Kalau Anda ada, apakah orang merasa lebih nyaman?
Apakah orang lebih senang kalau Anda tidak ada?
Atau Anda ada dan tiada sama saja?

oleh : Isya Alamsyah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s