Pengorbanan Seorang Suami

Di dalam rumah tangga senantiasa dibutuhkan pengorbanan. Pengorbanan seorang suami kepada istri atau istri terhadap suami membuat keluarga menjadi indah, damai dan bahagia. Saya pernah mengenal seorang bapak yang memiliki seorang istri yang dicintainya dan tiga putri.  beliau bertutur pernah istrinya mengeluh, dia ada yang dirasakan sakit untuk buang air karena itulah mengajaknya untuk ke dokter, begitu diperiksa dokter meminta untuk diopname karena istrinya sakit kanker usus. Dan dikatakan oleh dokter, istrinya tercinta hidupnya tidak lama lagi, ‘astaghfirullah..’dalam hening saya berdoa, Ya Allah, cobaan apa yang Engkau berikan kepada kami?’

Dalam kondisi sakit seperti itu istrinya mengatakan bahwa kebahagiaan itu hadir sebab karena sakit inilah malah membuat kami sekeluarga semakin rajin beribadah dan dekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. tuturnya. Sampai kemudian istri yang tercinta menjalani operasi, dia menyaksikan langsung gumpalan darah yang sebesar telur ayam telah dikeluarkan dalam jumlah banyak. Ditengah rasa pilu dihati dia berusaha tersenyum ketika wajah istri saya sedang menatap dan mengatakan, ‘Ayah sabar ya..Insya Allah nanti saya sembuh.’ wajahnya begitu tenang dan terlihat cantik.

Padahal hatinya terasa diiris-iris oleh pisau, sakit dan tidak karuan. Dalam kondisi seperti itu istrinya mengatakan ingin pergi umrah bersamanya. Masya Allah…walaupun hati dibuat tegar namun airmatanya tak mampu ditahan, airmata itu mengalir begitu saja dengan derasnya. Setelah operasi dokter hanya mengatakan, hanya Allah yang akan memberikan kesembuhan. beliau bersama-sama anak-anak berdoa untuk kesembuhan ibunya.

Itulah sebabnya beliau bersama istri dan anak-anak selalu mengajak ke rumah Amalia, berkumpul dan berdoa bersama anak-anak Amalia memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk kesembuhan istri, tuturnya. selain bagi kami kegiatan ini memulihkan kondisi istri saya namun juga membangun kebersamaan untuk keluarga kami, lanjutnya. Lima bulan setelah operasi, berat tubuhnya menjadi naik. Dokter menyarankan agar istrinya mempertahankan berat tubuhnya. dokter yang menangani istrinya geleng-geleng kepala, dokter itu mengatakan hal ini sungguh keajaiban. ‘Hati kami sekeluarga bahagia, bersyukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala,’ ucapnya. anak-anak menangis, istrinya menangis dan dirinya juga menangis karena yakin keajaiban hanya akan mungkin terjadi karena kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

‘Iman saya makin kuat, saya jadi tambah yakin dengan KemahabesaranNya, hanya mengabdi hidup dan mati saya untuk Allah.. Bagi saya hanya satu, doa dapat mengubah yang buruk bisa menjadi baik dan yang salah menjadi indah dalam hidup ini.’ Begitulah tutur seorang suami yang penuh keikhlasan dan pengorbanan menjaga istrinya dikala sakit. Subhanallah..


Barang siapa menggembirakan hati istri, (maka) seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami & istri itu dari sela-sela jarinya. [HR. Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri].

Oleh : M. Agus Syafii

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s