Peliharalah Ruh dan Jiwa

Peliharalah Ruh dan Jiwa

oleh : Sri Setya

“Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaanNya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (Asy-Syam:7-10)

Sahabat yang baik Ruh, jiwa dan akal dalah tiga unsur yang terdapat dalam diri manusia. Ketiganya bersatu dalam jasad manusia yang tak dapat dipisahkan. Masing-masing dari ketiganya ini mempunyai hak yang harus dipenuhi. Kecakapan dan kepandaian seseorang itu terlihat pada sikap tawazun (seimbang) dalam memperlakukan raga, jiwa, dan akalnnya.

Sikap tawazunnya itulah yang memberi jaminan bagi tumbuhnya kepribadian yang normal, matang dan terbuka. Ruh dan jiwa ini sangat berperan penting dalam proses peningkatan taqwa dan iman bagi seorang muslim. Dan seorang wanita muslimah yang mengerti tentang agamanya akan selalu mengasah, dan menghaluskan serta mensucikan ruh dan jiwanya dengan ibadah, dengan dzikrullah dan tilawatil Qur’an pada waktu-waktu tertentu.

Seorang muslimah yang senatiasa memelihara ruh dan jiwa akan selalu merasakan kedekatan dengan Robbnya. Ia akan selalu merasa dilihat, ditatap dan diawasi oleh Allah dalam setiap gerak langkah dan perbuatan yang dilakukannya, karena ia memiliki kekuatan ruh dan jiwa. Jika kekuatan ruh dan jiwa bagi wanita muslimah telah dimiliki maka ia kan senatiasa menjadi orang yang terjaga dari kemaksiatan. Ketaqwaaan seorang muslimah tak kan pernah terlepas dari pemeliharaan ruhani danjiwanya. Begitupun naik turunnya keimanan sangat berkaitan dengan pensucian ruh dan jiwanya sendiri.

Seorang wanita muslimah yang terpelihara ruh dan jiwanya akan senatiasa merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hatinya. Ia senantiasa menghadirkan hatinya untuk Allah. Ada beberapa hal yang sangat perlu untuk dilakukan dalam memelihara ruh dan jiwa kita, diantaranya; Ø Tekun ibadah, mensucikan jiwa (tazkiyah An-nafs) dan muhasabah “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila ditimpa waswas dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya” (Al-A’raf:201) Wanita muslimah yang mendapatkan petunjuk agamanya akan senantiasa membersihkan jiwa dan rohaninya dengan ibadah. Dan ibadah yang dilakukannya dengan kejernihan dan ketenangan jiwa akan berdampak dan memiliki makna ruhaniyah kedalam relung hatinya.

Contohnya ketika ia shalat maka ia menunaikannnya dengan hati dan pikiran yang bersih. Hingga jiwanya mampu menyerap makna dari bacaan yang terkandung dalam shalat tersebut. kemudian untuk ia renungi dan melakukan muhasabah akan dosa dan kesalahannya serta dengan segala perbuatan dan amal yang telah ia lakukan.

Dengan demikian, ibadah yang dikerjakannya menghasilkan buah yang diharapkan dalam mensucikan jiwa dari kotoran dosa dan debu-debu kemaksiatan serta membentengi diri kita dari jerat setan terkutuk yang selalu menggoda manusia. Akan tetapi sebagai manusia biasa wanita muslimah tak luput dari dosa, salah dan khilaf dan sebagai wanita muslimah yang betaqwa ia akan senantiasa melakukan muhasabah dan segera beristighfar dan bertaubat pada Allah.

Karena itulah sifat muslimah yang bertaqwa dan shalehah. Wanita muslimah yang bertaqwa senantiasa memperteguh ruhaninya dan membersihlan jiwanya dengan cara selalu beribadah, berdzikrullah, bermuhasabah dan menjadikan hati selalu takut kepada Allah dan merasa selalu diawasi oleh Allah.

Dengan demikian, ia akan senantiasa isyiqomah, tidak menyimpang , tidak berbuata dzalim dan tidak keluar dari jalan yang lurus. Artinya yang menjadi tujuannya adalah menggapai ridho-Nya. Ø Memilih Teman yang Shalehah “Engkau jangan tanya tentang seseorang kepada orangnya, tapi tanyalah dengan siapa ia berkawan? Karena setiap orang akan mengikuti kawannya”. Bergaul dengan orang mulia merupakan bukti atas kemuliaan orang yang mempergaulinya dan sebagai bukti atas keagungan jiwanya. Teman yang shaleh memberikan pengaruh posotif yang besar bagi keistiqomahan seorang wanita muslimah dan akhlaknya yang luhur itu akan mengimbas dan mewarnainya. Ada suatu pepatah yang patut untuk kita renungkan yang mengatakan “bila engkau di tengah-tengah suatu masyarakat, jadikanlah orang-orang baiknya sebagai sahabat, janganlah bertemankan orang jahat, karena diri akan hancur rusak.

Oleh karena itu wanita muslimah yang ingin memelihara kekuatan ruh dan jiwanya hendaknyalah bertemankan orang-orang yang baik. Ø Selalu Menghadiri Majelis Iman Wanita muslimah yang mendapat hidayah-Nya dan mengerti akan agamanya akan selalu merindukan majelis-majelis pengajian yang berisikan nasihat tentang Islam dan pemantapan iman dalam rangka membentuk individu, keluarga dan masyarakat.

Majelis pengajian yang jamaahnya terdiri dari kaum wanita yang dibawa untuk merenugi kodratullah dan mengingat nikmat-nikmatNya yang melimpah serta saling berjanji untuk komitmen terhadap perintah dan larangan Allah serta tekun ibadah. Tidak diragukan bahwa majelis seperti ini dapat melembutkan jiwa, membersihkan ruhani dan menjadikan anggota badan tunduk dihadapan Allah Azza wa Jalla disamping dapat meningkatkan kedudukan insan dan menyinari hati hadirin dengan cahaya iman  Wallahu’alam bi shawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s