Every single unit is created with purposes

Every single unit is created with purposes. Kurang lebih begitulah kata-kata yang cukup mendalam, Segala sesuatu itu diciptakan dengan sebuah tujuan. Termasuk diri kita

Pernah nonton Filmnya Will Smith yang baru beredar sekitar awal tahun ini? Judulnya i-robot. Berkisah tentang robot-robot humanoid di pertengahan abad 21 dengan seabrek kecanggihannya untuk membantu manusia. Dalam Film dikisahkan bahwa dikeluarkan jenis robot baru yang katanya lebih canggih. Robot-robot ini dikontrol dari sebuah sistem pusat yang memiliki kecerdasan buatan. Mereka semua memiliki hukum yang intinya harus melindungi manusia, tidak boleh membunuh seseorang pun meski dirinya terancam.

Kisah dimulai ketika sang profesor perancang utama dari robot-robot ini ditemukan tewas, dan satu-satunya bukti adalah mengarah ke seorang robot. Hampir semua tidak percaya bahwa robot ini berkemampuan untuk membunuh. Maklum, pada saat itu, semua robot adalah produksi dari satu perusahaan (monopoli), dan semua robot diprogram dengan 3 hukum dasar. Hukum robot yang intinya bahwa robot tidak boleh membunuh dan merugikan manusia.

Sampai akhirnya sang detektif “Will Smith”, menemukan bahwa robot ini ternyata dibuat special untuk bisa melanggar hukum robot, robot ini bisa membunuh, dibuat mempunyai emosi, berkemampuan untuk tidak patuh pada manusia, dan dibuat dengan bahan yang khusus, sesuatu yang lebih kuat, dengan logam yang lebih tebal, dan sederet kelebihan lainnya.

Semua tim penyelidik kepolisian tidak habis pikir setelah menemukan bahwa robot ini dibuat sang profesor untuk membunuh profesor itu sendiri. Hampir saja robot ini dimusnahkan oleh manufactur-nya sendiri karena dianggap sebagai produk yang gagal.

Hingga akhirnya tibalah hari H, semua robot jenis baru yang baru saja dikeluarkan berbalik memberontak pada manusia. Komputer pusat dengan kecerdasan buatan yang dimilikinya telah memprogram ulang seluruh robot yang ada di dunia untuk bisa melindungi manusia dengan caranya sendiri. Ya, robot2 jenis baru di seluruh dunia, yang dikontrol secara terpusat, memberontak. kecuali robot unik tadi.

Singkat cerita, dengan bantuan robot unik tadi, sang Detektif, berhasil menggagalkan upaya komputer utama dari markas pusat untuk mengontrol dunia. Robot ini memang dibuat khusus oleh profesor yang sudah mengetahui bahwa komputer pusat pada saatnya akan memberontak. Dan robot unik ini adalah dibuat untuk mengatasi masalah ini.

Namun di akhir dicerita, si robot akhirnya merasa bingung. Ia merasa bahwa misinya sudah berakhir, sudah selesai dengan sukses, yaitu untuk menggagalkan pemberontakan komputer pusat. So akhirnya…..??? liat aja deh sendiri filmnya, seru banget… pokoqnya.

Ya, setidaknya kita tahu bahwa Allah menciptakan sesuatu, dengan tujuan. Tidak ada yang sia-sia kecuali jika kita memang menyia-nyiakannya. Sehingga pantaslah jka dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang-orang yang suka memubadzirkan sesuatu adalah teman-teman dari Syaithan.

Ironis memang, setidaknya saya menanyakan sebuah pertanyaan yang kurang lebih begini :
“Every single one is created with one purpose. Do you know what are you created for?”
Sebuah pertanyaan sederhana. Untuk apa Anda diciptakan? Namun sungguh mencengangkan, hanya 1 dari 5 orang teman saya yang menjawabnya dengan benar.
STOP..!! tunggu dulu, sebelum saya lanjutkan, Pikirkan dulu hal-hal tersebut.

Untuk apa anda diciptakan…?? Untuk apa Anda dilahirkan, tumbuh, hidup dan merasakan hingga seperti anda sekarang ini…..??

Sebuah tujuan hidup, cara menjalankannya, dan cara menilainya. Disinilah awal dari semua jenis Q, dimana dulu kita mengenal IQ yang berlanjut dengan EQ, dan Q Q lainnya. Ada satu hal yang perlu ditekankan disini. Dengan IQ, anda bisa membentuk pola pikir yang kuat, dengan EQ, anda bisa membangun interaksi sosial yang menguntungkan. Namun kesuksesan yang diperoleh baik dari IQ maupun EQ, atau kedua-duanya, akan terasa hampa begitu tujuan anda tersebut sudah anda peroleh. So untuk itu, diperlukanlah Q Q yanglainnya. Salah satu nya adalah yang direkomendasikan Pak Ary Ginandjar Agustian dengan ESQ nya, atau ada pula ASQ nya pak-Lupa siapa namanya, (maaf ya)

Misal saja begini. Anda menyatakan bahwa misi hidup ini untuk mendapatkan kekayaan yang melimpah. Anda pun berusaha mendapatkannya, Anda akan terus-dan terus bekerja meski terkadang menabrak berbagai rambu dan peraturan. Hingga pada akhirnya anda pun bisa menjadi orang terkaya melebihi si Bos Microsoft, Bill Gates. Apa yang anda lakukan setelahnya? Tujuan hidup Anda adalah untuk menjadi orang yang terkaya sedunia dan setelah Anda mendapatkannya sudah, disitulah Anda berhenti.

Saya pernah membaca sebuah cerita dari Paul Hanna, seorang Motivator dari negeri Kanguru, soal ini. Ada sebuah pasangan yang ketika awal menikah berencana untuk beberapa hal. Dua anak, mobil, sebuah rumah, hubungan yang harmonis, dan beberapa hal berhubungan finansial lainnya. Namun setelah kesemuanya itu tercapai hanya dalam beberapa tahun, mereka merasa hampa. Hampir saja mereka bercerai sebelum akhirnya mereka bertemu Paul Hanna, seorang motivator yang bisa memperbaiki hubungan mereka kembali.

Ya, jika misi anda hanya di bidang keduniawian, maka salah satu istilah dalam dunia bisnis ini cocok untuk Adna, ini adalah sebuah cerita tentang berbagai perusahaan besar. Seperti halnya IBM yang dulu sempat Booming dengan PC-nya, bahwa jika kita naik gunung, dan setelah sampai di puncaknya, maka tidak ada yang bisa dilakukan lagi setelah sampai di puncak, melainkan turun. Itulah bagi yang bertujuan di dunia. Atau seperti pepatah Cina, bahwa tiap-tiap dinasti punya masa kejayaannya tersendiri.

Ya, saat kita punya sebuah target dalam hidup, pada dasarnya kita pun akan berupaya segenap tenaga dan pikiran untuk meraihnya. Tapi itu akan berhenti, atau hampa jika tiadalah berkelanjutan.

So pada dasarnya, apa sih tujuan hidup kita….????
Untuk itu marilah kita lihat lagi, Al Quran salah satunya surat Adz Dzaariat 56
“Dan tidaklah Kami ciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”

Jika kita mendasarkan bahwa hidup ini adalah untuk meraih Ridla-Nya dan beribadah kepada-Nya. Bukankah ini menjadi sangat mengagumkan. Orang menolong orang lain tidak berlandaskan karena uang, atau setidaknya ingin dipuji dan sederet prestise lainnya, namun semata2 ikhlas karena Allah. Andai saja banyak orang yang berpikir seperti ini, mulai dari Presiden kita SBY sampai Pak Min tukang becak di perempatan jalan, Insya Allah Indonesia mampu untuk menjadi negara top-Super Power, ngalah-ngalahin Amerika dan sekutunya.

Inilah tujuan hidup, yang akan masih terus terus dan terus dijalankan. Karena pada dasarnya, tujuan ini baru bisa tercapai jika kita meninggal dengan Husnul Khotimah, atau bahkan mati di Fiisabilillah. Akhir hidup yang mulia, bersahaja, dan tentu saja, sebuah starting point penilaian, apkah kita berhasil menjalankan misi kita di dunia. Sebuah misi sebagai khalifah di muka bumi, mengelolanya dan sebaik-baiknya, untuk beribadah kepada penciptanya, untuk meraih Ridla Dzat Yang Maha Kuasa. Ya, seperti kata-kata salah seorang bijak, kita tidak tahu apakah misi kita di dunia ini sudah berhasil atau tidak, kita akan tahu begitu semua hal ini selesai.

Berbahagialah kita yang sudah mengetahui misinya, dan menjalankan misi tersebut dengan standart operating procedure yang benar (Al Quran dan Sunnah rasul). Ingat dunia bukanlah tujuan akhir hidup kita, dunia adalah salah satu sarana dalam menjalankan misi ini. Kesuksesan anda seperti apa pun di dunia bukanlah puncak dari gunung tujuan kita, ia tak lebih dari alat pendakian, dan sarana untuk mengumpulkan bekal bagi kita di puncaknya. Bekal untuk memperoleh kebahagiaan, di dunia, dan di akhirat. Semoga kitsa senantiasa dalam limpahan Rahmat-Nya.

Wallahu’alam

ditulis oleh : Toni Tegar Sahidi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s