HIKMAH DI WARUNG KOPI (1)

Malam itu tanggal 16 Juni 2010 saya pulang dari arah Cibinong menuju Dramaga.  Kebetulan malam itu saya ada tugas mengajar anak kelas 2 SMP matematika. Ya untuk tetap menjaga pundi-pundi keuangan, setelah beberapa bulan menyandang gelar sarjana upaya itu aya lakoni dengan terus berharap semoga Allah SWT mencukupkan rizki bagi saya. Dengan menggunakan motor berjenis matic tanpa kopling saya meluncur dengan tenag. Nampak pada speedometer skala penunjuk bensin hampir mendekati tanda merah bertuliskan E. Artinya bensin sudah dipastikan sebentar lagi akan segera habis. Saya juga sempat khawatir karena semenjak menyalakan motor di awal perjalanan motor tersebut menunjukan gejala akan ngadat. Saya mencoba menyela nya beberapa kali namun tidak berhasil, walaupun akhirnya motor tersebut jalan juga namun perasaan tak enak terus menghinggap di dalam pemkiran saya. Tepatnya di perempatan lampu merah saya berhenti, sambil menunggu lampu berwarna hijau tiba-tiba motor saya mati total. Di tengah rasa bingung saya mencoba menghidupkan kembali motor tersebut. Namun apa daya setelah beberapa kali ternyata saya tidak dapat berpbuat apa-apa. Mesinya mati dengan tiba-tiba. Saat itu saya hanya bisa mengirimkan pesan singkat kepada teman saya pemilik motor tersebut bahwa telah terjadi al is well. Suatu istilah baru diambil dari Film india berjudul 3 idiot yang sengaja kami buat untuk mengasosiasikan dengan kondisi motor mogok atau bensin kosong. Karena dulu kam sempat mengendarai motor bersama namun terpaksa harus mendorong beberapa meter karena kehabisan bensin. Akhirnya tanpa berfikir panjang saya mampir sejenak di POM bensin untuk mengisi tangki. Saya menisi tangki bensin saya sebanyak 1 liter. Saya kira seliter saja sudah cukup karenan sebelumnya telah saya isi sebanyak 2 liter.

Setelah terisi bensin saya pun melanjutkan perjalanan, malam itu saya begitu menikmati perjalanan. Kecepatan motor pun saya turunkan hingga dibawah 60 km/jam. Beberapa menit setelah pom bensin ada gejala aneh yang saya rasakan. Tiba-tiba suara motor yang saya naiki berubah, seperti ada batu kecil di dalam knalpot. Selang beberapa menit tiba-tiba roda motor tidak mau berputar padahal saya sudah menarik picu gas hingga mesin mengerung. Saya mencoba menepi ke pinggir dan menghentkan sepeda motor tersebut. Untungnya tidak ada mobil ataupun kendaraan lain dari belakang jadi dengan sangat leluasa saya mencoba menepikan sepeda motor. Saya perhatikan setiap bagian dan terlihat asap yang mengepul dari dalam mesin, baunya seprti karet yang terbakar. Astaghfirullah ada-ada saja padahal baru saja diisikan bensin. Akhirnya motor tersebut saya coba tuntun, sebelumnya saya sms teman saya. Saya ceritakan apa yang telah terjadi dengan motornya. Saya mencoba menyalakan kembali motor tersebut dan hasilnya sama. Mesin hidup namun roda motor tak mau berputar.

Akhrnya saya pasrah dan mendorog sambil berharap ada bengkel yang bersedia menolong saya membetulkan sepeda motor tersebut. Ada beberapa bengkel yang sudah saya datangi namun tak sanggup untuk membetulkan sepeda motor tersebut. Jam d tangan telah menunjukan pukul sembilan malam lebih. Akhirnya saya memutuskan untuk  bersistirahat sejenak di depan Rumah Sakit Familly Medical Center. Tepatnya di depan rumah sakit tersebut terdapat warung kopi. Saya pinggirkan motor tersebut dan mencoba masuk ke dalam tenda. Ada seorang laki-laki. Blum terlalu tua dan bisa saya tebak umurnya sekitar 29 atau 30 an. Sebagai pembuka saya bertanya kepada pemuda tersebut  apakah dijual bubur kacang atau tidak. Sayang sekali nampaknya sudah lama penjual warung kopi itu tidak memproduksi bubur kacang ijo. Saya akhirnya memesan segelas kopi susu hangat. Sambil menunggu kopi susu dihidangkan saya mencoba mengsms teman saya posisi dan keadaan motornya. Sambil menikmati kopi dan menunggu balasan SMS, saya mengobrol dengan penjual kopi tersebut. Di mulai dengan menceritakan siapa dan dari mana asl masing-masng. Dan ternyata penjual kpi itu memiliki sebuah televisi kecil yang unik. Channelnya dapat kita pindah dengan memutar tombol seperti tombol tuning dalam radio zaman dahulu. Gelombang kami terhenti pada salah satu pragram televisi yang sedang digemari pemirsa di seluruh dunia. Apalagi kalau bukan piala dunia. Saat itu ditayangkan pertandingan antara Apanyol sebagai kandidat juara duna dengan timgurem Swiss. Pertandingan yang sangat seru, karena saat itu Spanyol menguasai jalannya pertandingan namun tidak mampu mencetak satu gol pun. Mereka terpaksa tertinggal satu gol hingga akhir babak kedua berakhir.

Malam itu penjual kopi tersebut memang terlihat sangat lelah. Kabarnya ia baru mengantar anak istrinya berkunjung dari rumah mertuanya. Saya begitu terkejut ternyata beliau sudah menikah dan alhamdulillah telah dikaruniai 1 orang anak berumur 5 bulan. Yang membuat saya makin terkejut adalah setelah ditelusuri ternyata beliau memiliki tahun kelahran yang sama dengan saya tepatnya di tahun 1986. Wah saya kalah kalau begini caranya mah beliau sudah menikah dan punya anak pula sedangkan saya jangankan punya anak menikahpun belum, seraya berkata dalam hati. Ada hal yang makin membuat saya terkejut adalah kegiatan berjualannya saat ini dimulai sesaat setelah ia menikah dengan istrinya. Sebelumnya ia hanya pengangguran yang menghabiskan waktu di pos ronda. Namun semuanya berubah ketika ia sudah berstatus sebagai kepala rumah tangga. Ia langsung membuka kedai kopi di pingggir jalan demi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Saya juga bertanya tentang apakah tidak difikirkan kembali aspek ekonomi sesaat sebelum menikah. Apalagi di zaman yang semakin tidak mudah secara ekonomi bak langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarga nantinya. Secara tidak langsung sebenarnya saya bertanya apa sih yang menjadi ekuatannya. Masih nganggur ko berani untuk menikah, mau dikasih makan apa anak  istrinya nanti. Satu jawaban yang membuat saya sempat tertegun sesaat ….

to be continued..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s