PUPUT, PUTERI TIDUR 4

Hingga suatu saat kegiatan mereka diketahui oleh penyihir jahat. Ketika sedang makan bersama mereka berdua dikejutkan oleh dobrakan pintu yang sangat keras. Mereka berdua terkejut, ternyata si penyihir jahat datang dengan membawa rasa amarah yang sangat besar. “ Berani-beraninya kalian makan-makan berdua. Sipa yang mengizinkan kalian berdua bersama –sama. Dasar laki-laki tak tahu diuntung, kuhukum kau!.” Dengan ketakutan Si Kuking memohon kepada penyihir jahat tersebut, “ Maafkan kami penyihir, aku tak bermaksud berbuat demikian, mohon ampuni kami.”…” enak saja! Akan kuhukum kau laki-laki tak berguna, mulai hari ini kau tidak akan memiliki jari tangan dan jari kaki supaya kau tidak bisa memasak lagi.”. Sambil membaca mantra penyihir itu mengayunkan tongkatnya dan apa yang diancamkannya benar dua tangan dan dua kaki Si Kuking lenyap tak berjari. Dalam sekejap ruangan tersebut dipenuhi dengan asap dan si penyihir jahat pun hilang seolah ditelan bumi.

Karena keadaan Si Kuking yang tidak memungkinkan untuk memasak, setiap bangun tidur ta tersedia lagi makanan enak. Si Kuking pun akhirnya bertubuh kurus dan hanya bisa tergolek di tempat tidur. Menyaksikan kondisi seperti itu Puteri Puput tak bisa menahan rasa iba, sehingga dengan bahan sayuran yang terbatas yang diperoleh dari halaman belakang gubuk tersebut Puteri Puput mencoba memasak makanan seadanya. Tugasnya setiap hari adalah bangun memasak dan menyuapi Si Kuking. Akhirnya setelah beberapa hari Si Kuking pulih dan walaupun penuh keterbatasan bisa membantu Puteri Puput menyiapkan makanan walaupun hanya  menyusun kayu bakar.

Pagi itu suasananya amat berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya. Anggrek hutan berwarna warni bermekaran, rumpu gajah mekar segar berbaris di halaman, embun pagi sisa hujan semalam masih menempel di atas dedaunan. Sementara itu burung penghisap madu mertengger memilih bunga yang sudah siap untuk diambil madunya. Puteri Puput membuka matanya. Ia bergegas ke dapur. Di sana ia telah melihat Si Kuking yang sedang menyusun kayu bakar. Dalam waktu lima belas menit masakan sederhana itu telah siap. Seperti biasa Puteri Puput menyuapi Si Kuking dengan sabar. “ Ayo Kuking makan sayur ini biar badanmu sehat dan kuat”. Si Kuking sangat terharu atas perhatian yang diberikan oleh Puteri Puput. Tak terasa air matanya menetes ” Puteri Puput engkau sangat baik sekali. Sungguh seumur hidupku inilah masakan yang paling enak dan lezat. Tak akan tertandingi dengan masakan siapapun. Jika kita ditakdirkan untuk berpisah dan bertemu kembali apakah engkau mau memasakan untukku sayur ini lagi?”

To be contuined

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s