PUPUT, PUTERI TIDUR 2

Bersamaan dengan kejadian tersebut muncul asap putih yang tebal. Ternyata nenek tersebut adalah Penyihir Jahat. Ia membawa tubuh Puteri Puput di tengah hutan. Ada sebuah gubuk tua di sana, terpencil dan sangat asing.

Sementara itu keluarga kerajaan dibingungkan oleh hilangnya Puteri Puput. Seluruh pengawal istana dikerahkan untuk mencari keberadaan puteri namun semuanya nihil. Tidak ada satu pun tempat di wilayah kerajaan tersebut yang menunjukan keberadaan puteri puput.  Bahkan Baginda Raja telah mengerahkan seluruh penyihir istana namun hasilnya tetap sama, tuan puteri hilang di telan bumi.

Di gubuk tua di tengah hutan, tepat pukul 5 pagi Puteri Puput bangun. Ia membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya, “ Apa yang terjadi? Di mana aku? Kenapa aku masih di sini ? aku tadi bertemu dengan nenek tua tapi di mana dia sekarang? ”. di tengah kebingungannya ia  menemukan gulungan kertas, dan membukanya. “Tuan puteri yang kurang beruntung aku adalah Penyihr jahat. Kau telah terkena sihirku, sehingga kau akan terus tertidur selama seratus tahun. Setiap harinya kau akan tidur selama 23 jam. Hanya 1 jam waktu yang diberikan untukmu bangun. Kau pasti akan sangat menderita dengan kehidupan barumu.  Selamat menikmati kesengsaraanmu..ha…”.

Puteri Puput sangat terkejut mendengar surat itu, ia tidak menyangka nenek yang ia tolong tadi adalah Penyihir Jahat. Ia hanya bisa duduk termenung di gubuk tua itu sambil meneteskan air mata dan ia berkata, “ Oh, apa yang terjadi, tidak mungkin. Aku tidak mempercayai semuanya.Kalau begini jadinya kapan aku bisa pulang..” Waktu telah menunjukan pukul 6 pagi tuan puteri tiba-tiba tergeletak dan tertidur kembali. Kejadian ini terus berulang setiap hari sehingga Puteri Puput pun tak memiliki kesempatan untuk keluar dari hutan tersebut.

Ada sedikit keanehan yang terjadi selama Puteri Puput tinggal di gubuk tersebut. Setiap pagi selalu tersaji makanan di atas meja makan. Padahal Puteri Puput tidak memeliki kesempatan untuk memasak, hal itu menimbulkan rasa penasaran di hatinya.  Hingga suatu hari tepat pukul 5 pagi Puteri Puput sama sekali tidak membuka matanya, ia penasaran dengan orang yang setiap hari membuatkan makanan untuknya. Sudah hampir 30 menit ia tidak beranjak dari tempat tidurnya.. Ia menunggu dan ingin mengetahui orang yang selalu membuatkan makanan untuknya setiap hari. Tiba-tiba pintu gubuk itu terbuka, datanglah soseorang mengendap-endap layaknya sorang pencuri. Ia menghampiri meja makan dan terdiam di sana sejenak sambil sesekali melihat wajah tuan puteri. Ia merasa heran karena puteri tidak bangun, padahal setiap harinya ia selalu bangun tepat pukul 5 pagi. Ia mendekati ranjang tuan puteri dan…….

To be contuined

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s