PUPUT, PUTERI TIDUR 1

Zaman dahulu kala di negeri entah berantah terdapat sebuah kerajaan yang sangat besar. Dipimpin oleh seorang raja yang arif bijaksana, rakyatnya berada dalam kejayaan dan kemakmuran. Sandang, pangan dan papan rakyatnya terpenuhi sehingga jarang sekali ditemui pengemis yang meminta-minta di pinggiran jalan.

Hari itu penghuni istana sedang menerima kebahagiaan yang amat sangat. Mereka merayakan kelahiran puteri tunggal kerajaan. Dihadiri oleh utusan kerajaan dari berbagai pelosok negeri, pesta itu berlangsung amat meriah. Dalam suasana bahagia tersebut datanglah tamu tak diundang, seorang Penyihir Jahat. Sebenarnya dulu ia merupakan penyihir kerajaan namun karena berbagai macam kejahatan yang dilakukannya ia diusir dari kerajaan.

Mendengar Penyihir Jahat datang Baginda Raja amat marah.” Hei siapa yang mengundang engkau ke pestaku? Jauhkan tanganmu yang jahat dari kerajaanku”. Dengan senyum sinis Penyihir Jahat berkata, “ Ha….Dasar raja yang bodoh, apa engkau mengira aku akan diam saja sementara kalian berbahagia. Tak akan kubiarkan! akan kubalas perbuatanmu yang telah mengusirku dari kerajaan 20 tahun yang lalu.”

Raja yang sudah tidak sabar lagi bermaksud mengusir penyihir jahat tersebut, “ Dasar Penyihir Jahat keluar dari sini! Pengawal tangkap dan usir Penyihir Jahat ini dari istanaku.” Sebelum pengawal istana menangkap, penyihr itu terbang dan menghampiri ranjang Puteri Puput. “ Mulai hari ini aku kutuk engkau, kau akan mati bila menggunakan pemotong kuku dari besi…ha…..” Dalam sekejap Penyihir Jahat tersebut hilang dalam kepulan asap.

Di tengah tangisan Puteri Puput, Raja mengadakan rapat dengan 9 orang Penyihir kerajaan. “Dasar Penyihir Jahat, Bagaimana ini puteriku akan mati bila menggunakan pemotong kuku dari besi. Apakah kalian bisa membatalkan kutukan Penyihir Jahat itu?”. Salah satu penyihir berkata,”Maaf baginda kami tidak bisa membatalkan kutukan penyihir jahat tersebut, namun apabila menggabungkan kekuatan kami bisa meringankan kutukan Penyihir Jahat itu”. Dengan wajah serius bercampur cemas sang raja kembali bertanya, “lalu apa bentuk keringanan kutukan tersebut?” Penyihir yang lain menjawab,” Hm…apabila Puteri Puput menggunakan pemotong kuku dari besi beliau tidak akan mati melainkan akan tertidur selama 23 Jam sehari selama 100 tahun sampai ada seorang pangeran yang akan menyelamatkannya. Jadi Tuan Puteri hanya bisa hidup satu jam saja Baginda.”

Setelah mengetahui hal tersebut Baginda Raja memerintahkan aparat kerajaan untuk mengumpulkan seluruh pemotong besi dari besi dan menghancurkannya. Sebagai gantinya dibuatkanlah pemotong kuku dari kuningan. 18 thun pun berlalu Puteri Puput semakin bertambah dewasa, kini ia menjadi seorang puteri yang cantik serta baik hati. Ia sering menolong orang yang berada dalam kesusahan.

Di suatu pagi ketika sedang asyik memetik bunga di taman istana, Puteri Puput dikejutkan oleh suara aneh diantara semak belukar. Karena penasaran sang puteri menghampiri arah suara tersebut. Semakin didekati suara itu semakin menjauh akhirnya tanpa terasa sampailah sang puteri di tengah hutan. Ada seorang nenek yang sedang menangis di dalam gubuk tua. Sang puteri pun mencoba mencari tahu , “ Nenek kenapa menangis sendiri di tengah hutan?”. Nenek tersebut terdiam dan dengan suara terbata-bata ia berkata, “ Gadis cantik, Aku sudah tua sehingga tidak mampu lagi menggunakan pemotong kuku dari besi ini. Aku minta tolong engkau untuk memotongkan kuku nenek.” Puteri puput akhirnya membantu memotongkan kuku nenek tersebut. Terima kasih anak manis, oh ya kukumu juga panjang kenapa tidak sekalian dipotong saja. Pakailah pemotong kuku nenek.”

Karena bujukan nenek tersebut Puteri Puput memotong kukunya, dan setelah beberapa saat ia tergeletak tak sadarkan diri…….
To be continued……..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s