Mana yang Lebih Cepat; Kancil atau Kura-kura.

Di hutan yang begitu damai, dengan udara yang sejuk serta angin semilir merupakan tempat yang nyaman sebagai tempat untuk hidup. Pepohonan yang besar dan kuat mencengkram tanah subur tanpa ragu. Air sungai mengalir dari sumbernya tanpa henti. Sementara itu penghuninya asyik dengan kegiatannya masing-masing. Ikan berenag di dasar sungai dengan bebasnya, laba-laba membuat sarang. Begitu pula dengan si Kancil sambil menikmati udara pegunungan, ia melewati sungai. Sambil bercermin pada permukaan sungai Si Kancil berbicara sendiri. ” Aku memang binatang paling cerdik di hutan ini. Bayangkan saja semua binatang yang lebih kuat seperti harimau dan buaya saja berhasil kukelabui. Untungnya hutan ini memiliki binatang secerdik aku, apa jadinya kalau aku tidak di sini semuanya pasti akan kacau”.

Tanpa disadari di balik semak-semak ada seekor kura-kura yang mengamati Si Kelinci. “hai Kancil apa yang sedang engkau bicarakan? Sungguh sombong sekali”. Si Kancil terkejut mendengar suara kura-kura tersebut.” Hai kura-kura kau mengagetkanku saja. Yang aku bicarakan tadi memang benar apa adanya. Apalagi bila dibandingkan denganmu, jalanmu lambat mukamu pun jelek. Sudahlah jangan ikut campur. Kehadiranmu membuat suasana hatiku menjadi tak enak saja”.

“Engkau sungguh tak menghargai orang lain. Bagaimana kalau kita berlomba saja untuk menunjukan siapa diantara kita yang paling hebat” kata Si Kura-kura menantang si Kancil. “ Baiklah Kura-kura, aku terima tantanganmu. Kau berani bertanding apa?”.”Bagaimana kalau bertanding lari saja”. Kata Si Kura-kura dengan rasa penuh percaya diri. Mendengar perkataan kura-kura tersebut si Kancil langsung tertawa. ”Ha…engkau ini bercanda Kura-kura mana mungkin kau bisa menang membawa rumahmu pun kau nampak repot. Apalagi gerakanmu amat lambat. Sudah kau menyerah saja atau kalau tidak kita ganti saja dengan perlombaan yang lain”. Si kura-kura makin yakin dengan pilihannya. “ Sebelum perlombaan itu dilaksanaan pantang bagiku untuk menyerah, kau jangan meremehkan aku Kancil kita akan bertemu lagi minggu depan pada jam dan tempat yang sama.”

Setelah si Kancil pergi, Kura-kura mengumpulkan seluruh teman-temannya. Ia meminta tolong kepada semua teman-temannya untuk berada di jalur lomba lari. “Kalian jangan lupa untuk bersembunyi di balik batu atau semak-semak dan salah satu diantara kalian harus muncul di depan jika Si Kancil memanggil dengan demikian kita akan selalu berada di depan Si Kancil. Bagaimana kalian semua siap membantuku?”. Dengan serentak mereka menjawab,”SIAP..”

Hari yang ditentukan sudah tiba, sesuai dengan janjinya Si Kancil pun datang dengan tepat waktu. Ia berjalan dengan sombong seolah-olah telah memenangkan pertandingan itu. Si Kura-kura mempersilahkan Si Kancil untuk berlari terlebih dahulu dan memanggilnya untuk memastikan sudah sampai mana ia berlari. Si Kancil berlari dengan santai sedangkan Si Kura-kura menyelam ke dalam sungai. Setelah beberapa menit Si Kancil memanggil Si Kura-kura di belakang, namun suaranya malah muncul di depan.” Ada apa Kancil, aku ada di depanmu!”. Mendengar itu Si kancil terkejut ia lalu menambah kecepatan berlarinya kemudian memanggil kembali dan begitu sampai akhir perlombaan.

Di Garis finish telah ada Si Kura-kura yang sedang duduk degan santainya.” Ayo kancil garis finisnya di sini.” Si kancil heran dan kaget melihat Si Kura-kura sudah sampai terlebih dahulu. Dengan keringat penuh bercuuran dan nafas yang terengah-engah Si Kancil mengejar Si Kura-kura di garis finish. Dengan senyum sinis ia berkata, “Kau memang luar biasa Kura-kura, larimu begitu cepat sehingga aku jauh tertinggal di belakang.”

” Oh kasihan sekali kamu Kancil, kelihatannya kamu nampak kelelahan. Kamu capai ya berlari terus”. Ejek Si Kura-kura. “Tapi bagaimana kamu bisa berlari begitu cepat? Aku tidak mengerti.”Tanya Si Kancil dengan penuh keheranan.

“ Ha…Sudahlah Kancil, terima sajalah kekalahanmu.” Dengan kepala tertunduk Si Kancil mengakui kekalahannya. ” Baiklah aku mengaku kalah Kura-kura, kamu ingin hadiah apa dariku.“ Sambil tersenyum Si Kura-kura berkata, “aku tidak akan meminta hadiah apapun darimu. Aku hanya ingi kamu membuang semua sifat kesombonganmu. Walaupun kamu adalah binatang yang paling cerdik di hutan ini tapi harus menghargai binatang yang lain. Karena setiap binatang memiliki kelebihan masing-masing.” Si Kancil tersadar dan meminta maaf kepada Si Kura-kura atas sikapnya. Mereka berdua akhirnya menjadi teman akrab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s