DOMBA BERSAUDARA

Di sebuah peternakan domba dekat padang rumput yang luas hiduplah Sang Ibu domba dengan tiga anak domba. Anak domba tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda. Anak domba pertama sangat malas, hari-harinya diisi hanya dengan tidur dan tidur, namanya Si Dombu. Anak domba ke dua sangat rakus dan tamak, namanya Si Dombe. Anak domba yang ketiga sangat rajin dan patuh, namanya Si Dombi. Baik Si Dombu, Dombe maupun Dombi hidup satu rumah dengan ibunya. Hingga suatu saat sang ibu merasa anak-anak dombanya sudah dewasa dan saatnya untuk hidup mandiri. Sang ibu akhirnya memerintahkan kepada ketiga anak tersebut untuk  pergi meninggalkan rumah dan membangun rumah sendiri.

Si Dombu dengan malasnya pergi dari rumah, “ Ah aku akan membuat rumah dari serasah daun saja. Aku malas membuat rumah, repot dan pastinya akan sangat lama. Mendengar rencana kakaknya Si Dombi memberikan saran. “ Sebaiknya kakak janga membuat dari serasah karena tidak akan kuat menahan serbuan angin lebih baik membuat rumah dari batu bata saja”. Dengan malasnya Si Dombu malah langsung tidur di rumah barunya yang terbuat dari daun dan serasah tanpa mempedulikan nasihat Si Dombi.

Berbeda dengan Si Dombu, Si Dombe lebih memilih menggunakan kayu dari hutan. Ia menganggap dengan menggunakan kayu rumahnya akan lebih kuat dari rumah Si Dombu. Si bungsu yang mengetahui bahwa Si Dombe mengambil kayu dari hutan kembali menasehati kakaknya. “Kakak mengapa tidak membuat rumah dari batu bata saja seperti aku, lebih kuat dan aman. Kalau menggunakan kayu rumah kakak tidak cukup kuat dan mudah terbakar. Dan kakak juga kan tahu hutan kita sekarang makin sedikit, bulan depan musim kemarau. Kalau kakak mengambil kayu sebanyak itu aku takut nantinya kita akan mengalami kekeringan.” “ah kau ini tahu apa bungsu, justru ini yang paling cepat dan aman. Bayangkan kalau kau buat dari batu bata, waktunya akan sangat lama. Sedangkan kita tahu si serigala jahat akan datang setiap malam dan memangsa kita. Sudah jangan pedulikan aku, urus saja urusanmu sendiri”.

Setelah mendengar pendapat kedua kakaknya Si Dombi semakin bersemangat membangun rumah. Ia merasa bahwa keputusannya membuat rumah dari batu bata adalah benar. Dari pagi hingga malam Si Dombi tanpa lelah terus membangun rumahnya. Hingga malam tiba rumah Si Dombi selesai juga. Akhirnya mereka menempati rumahnya masing-masing.

Setelah menempati rumahnya masng-masing Sang Ibu Domba memberikan mereka ladang tempat memelihara rumput. Mereka bertugas menjaga dan memelihara agar padang rumputnya tumbuh subur. “ah aku malas bekerja di ladang, panas sekali..nanti kulitku jadi hitam. Lebih baik aku pulang saja.” Kata si Dombu. Tanpa ia sadari ternyata ada serigala jahat yang mengikutinya dari belakang.

Di malam hari si serigala jahat mendatangi rumah Si Dombu. Ia kaget melihat sergala tersebut dan kemudian mengunci pintunya. “Hai domba gemuk kemarilah akan ku makan kau…”. Si Dombu sangat ketakutan mendengar suara Si Serigala Jahat. Tak hilang akal akhirnya Si Serigala Jahat meniup rumah Si Dombu yang terbuat dari serasah. Dengan sekejap rumahnya hancur dan dengan penuh ketakutan Si Dompu pun berlari ke rumah Si Dombe.

“Dombe cepat buka pintu ada serigala jahat mengejarku” dengan penuh ketakutan. “ Ayo cepat masuk Dombu biar kukunci pintunya. Diamlah kau di pojok sana. ” Si Serigala Jahat yang tadi mengejar Si Dombu sampai di depan rumah Si Dombe. “ wah nambah lagi jatah makan malamku. Hei kalian domba-domba gemuk menyerahlah, tidak ada gunanya kalian sembunyi”. Dengan sekuat tenaga ia menendang rumah kayu yang dibuat oleh Si Dombe, hancurlah rumah kayu tersebut. Mereka berdua ketakutan. Hampir saja salah satu dari mereka berhasil ditangkap.  Untungnya kedua domba tersebut cepat berlari. Tujuan mereka adalah rumah Si Dombi.

“ Dombi buka cepat pintumu kami sedang dikejar serigala, cepat Dombi ! dengan mata terkantuk-kantuk karena baru saja tidur. “ada apa ini kakak, hari sudah malam apa yang terjadi ?”. “ Ada serigala cepat tutup dan kunci pintunya kalau perlu ganjal dengan lemarimu.” Dengan wajah penuh ketakutan. “Tenang saja kak pintuku kuat tidak akan mungkin bisa dihancurkan begitu saja”. Si Serigala yang sudah lapar akhirnya menendang pintu rumah Si Dombi. Namun setelah dicoba beberapa kali pintu itu pun tak bergeser sedikitpun.” Hai domba gemuk keluarlah! Jangan takut aku tidak akan berbuat jahat.”

“Kamu bohong serigala jahat, kami tidak akan keluar sebelum engkau pergi. Kalau bisa ayo hancurkan rumah ini. Kamu pasti tidak akan sanggup”. Si Serigala Jahat semakin kesal dengan ketiga domba tersebut, akhirnya ia mundur ke belakang, berlari dan menendang tembok yang terbuat dari batu bata. Tiba-tiba terdengar suara erangan….ough…..aw……..sakit”. Sambil terpincang-pincang Si Srigala Jahat akhirnya kabur dan lari ke tengah hutan dengan kakinya yang terluka. “Hore…..!!!” Ketiga anak domba akhirnya bersorak gembira. Semenjak kejadian itu Si Dombu dan Dombe mengikuti langkah Si Dombi membuat rumah dari batu bata dan menjadi rajin bekerja, mereka bertiga hidup rukun. Sang Ibu domba pun bahagia melihat anak-anaknya hidup bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s